MOZAIK

Senin, 13 November 2017 | 15:00 WIB
(Contoh Mencari Berkah yang Keliru)

Tabaruk dengan Orang Saleh setelah Wafatnya

Tabaruk dengan Orang Saleh setelah Wafatnya
(Foto: ilustrasi)
MENCARI berkah yang keliru di sini karena tidak ada dasar pegangan dalil yang kuat di dalamnya. Di sini kami akan contohkan beberapa hal yang termasuk ngalap berkah yang keliru.

Jika terhadap Nabi shallallahu alaihi wa sallam saja tidak diperkenankan tabarruk dengan kubur beliau dengan mencium atau mengusap-usap kubur tersebut, maka lebih-lebih dengan kubur orang saleh, kubur para wali, kubur kyai, kubur para habib atau kubur lainnya.


Tidak diperkenankan pula seseorang meminta dari orang saleh yang telah mati tersebut dengan doa wahai pak kyai, sembuhkanlah penyakitku ini, wahai Habib, mudahkanlah urusanku untuk terlepas dari lilitan hutang, wahai wali, lancarkanlah bisnisku.

Permintaan seperti ini hanya boleh ditujukan pada Allah karena hanya Allah yang bisa mengabulkan. Sehingga jika doa semacam itu ditujukan pada selain Allah, berarti telah terjatuh pada kesyirikan. Begitu pula yang keliru, jika tabarruk tersebut adalah tawassul, yaitu meminta orang saleh yang sudah tiada untuk berdoa kepada Allah agar mendoakan dirinya.

[baca lanjutan: Contoh Mencari Berkah yang Keliru: Tabaruk dengan Pohon, Batu dan Benda]
#Berkah #Barokah #NgalapBerkah #Bidah #Syirik
BERITA TERKAIT
Awas! Ramalan Masa Depan Lewat Garis Tangan
Awas! Patung sebagai Hiasan meski Tak Disembah
Bertumpu pada Tongkat saat Khotbah Jumat, Bidah?
Awas! Bawa Pulang Tanah Kuburan Orang Saleh
Awas! Kain Ka'bah Digunting demi Berkahnya?
Awas! Jimat atau Benda Keramat dari Situs Ibadah
Salam di Akhir Salat untuk Malaikat Khafadoh?

ke atas