DUNIA

Selasa, 14 November 2017 | 02:31 WIB

Maduro: Venezuela Tak Akan Gagal Bayar Utang

Maduro: Venezuela Tak Akan Gagal Bayar Utang
(Foto: zululandobserver)
INILAHCOM, Caracas - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan bahwa negaranya tak akan mengalami gagal bayar utang atau wanprestasi.

Pernyataan tersebut disampaikan satu hari sebelum Venezuela duduk dalam perundingan bersama para kreditur. Caracas akan diwakili oleh dua orang pejabat yang dikenai sanksi oleh AS.

Dua pejabat tersebut adalah Wakil Presiden Tareck El Aissami dan Menteri Ekonomi Simon Zerpa, kata Maduro, sekaligus membantah laporan awal yang menyebutkan bahwa para pejabat yang terkena sanksi tidak akan hadir dalam perundingan utang untuk mengurangi kekhawatiran dari pihak pemberi hutang.

"Orang-orang bilang Venezuela akan menyatakan gagal bayar. Ini tidak akan pernah terjadi," kata Maduro dalam sebuah pidato yang disiarkan televisi negara, seperti dikutip Reuters.

"Kami tidak akan wanprestasi. Kami selalu mempunyai strategi yang jelas dan strategi itu adalah merundingkan ulang utang luar negeri," lanjutnya.

Perundingan itu bertujuan untuk membicarakan kemungkinan restrukturisasi (pengurangan) hutang dalam bentuk obligasi senilai US$60 miliar.

Sanksi ekonomi AS membuat Venezuela tidak mungkin melakukan pembiayaan kembali hutang mereka karena bank asal AS tidak boleh membeli kembali obligasi yang diterbitkan oleh Caracas.

Di sisi lain, restrukturisasi juga sulit dilakukan karena sanksi yang sama melarang para investor untuk berunding dengan sejumlah pejabat negara yang sekarang duduk sebagai anggota sebuah komisi yang mengurus hutang.


Kukuhnya sikap Maduro soal pembiayaan ulang dan restrukturisasi dalam situasi yang sulit itu membuat para investor curiga sang presiden tengah berencana mengumumkan gagal bayar secara diam-diam.

Sejumlah sumber pada pekan lalu mengatakan bahwa para pejabat yang dikenai sanksi oleh Presiden AS Donald Trump tidak akan datang dalam perundingan utang itu.

Pada tahun ini, pemerintahan Trump memang menjatuhkan sejumlah sanksi karena menilai pemerintahan Maduro telah mengancam demokrasi dan melanggar hak asasi manusia.

Pada pekan lalu sejumlah investor mengaku optimis dengan nasib investasi mereka.

Harga surat obligasi yang diterbitkan pemerintah Venezuela dan perusahaan minyak negara PDSVA sempat melonjak pada Jumat oleh optimisme menjelang negosiasi tersebut.

Para investor bahkan tidak mengabaikan peristiwa pada Jumat (10/11/2017) saat perusahaan listrik negara Corpoelec dinyatakan wanprestasi karena tidak membayar bunga utang tepat waktu. Corpoelec sendiri mengaku sudah mengirim uang kepada para kreditur.

Menanggapi peristiwa itu Maduro mengatakan bahwa Corpoelec sudah memenuhi kewajiban mereka, namun sejumlah bank sengaja menyabotase transfer tersebut sebagai bagian dari 'perang ekonomi'.

"Apa yang terjadi adalah, bank-bank internasional sengaja menyembunyikan uang yang sudah dikirim. Mereka menyembunyikannya," kata dia.

"Citibank, kalian mafia di Citibank, kalian telah berupaya menghancurkan negara kami dalam berbagai kesempatan," pungkas Maduro.
#Venezuela #Maduro #presiden #utang
BERITA TERKAIT
Mugabe Tolak Mundur dalam Tekanan Massa
Presiden Mugabe Menolak Mundur
Presiden Prancis Undang Hariri Sekeluarga ke Paris
Presiden Lebanon Sambut Rencana Kepulangan Hariri
AS Kecam Venezuela dalam Pertemuan DK PBB
Korsel & China Sepakat Tangani Korut Secara Damai
Hari Ini, Putin dan Trump Bertemu di Vietnam

ke atas