DUNIA

Selasa, 14 November 2017 | 15:33 WIB

Polandia Dukung Aksi Massa Anti-Yahudi dan Muslim

Didi Prambadi
Polandia Dukung Aksi Massa Anti-Yahudi dan Muslim
(Foto: istimewa)
INILAHCOM, Warsawa - Pemerintah Polandia mendukung aksi massa yang digelar sekitar 60 ribu kelompok konservatif Polandia yang bermaksud membersihkan kaum Yahudi dan Muslim.

Jerusalem Post melaporkan, dukungan itu diutarakan Senin (13/11/2017). Aksi turun ke jalan yang digelar di Warsawa Sabtu lalu, ingin menunjukkan rasa patriotisme mereka, bunyi pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Polandia. Pemerintah Polandia sangat mengecam pandangan rasialisme, anti-semit atau xenophobia, tapi aksi massa itu untuk memperingati Kemerdekaan Polandia, tambahnya.

Dukungan itu perlu diutarakan Pemerintahan Presiden Andrej Duda, karena sejumlah negara memprotes aksi yang dinilai berbau rasialisme itu. Menteri Luar Negeri Israel menjelaskan pada Pemerintah Polandia bahwa acara parade warga ekstrimis dan elemen rasialis itu, sangat membahayakan. Kami harap Pemerintah Polandia segera menindak penyelenggara acara itu, bunyi pernyataan Israel. Sejarah menunjukkan kebencian rasial harus ditangani secara cepat dan tepat, lanjutnya.


Puluhan warga Polandia yang ikut ambil bagian dalam aksi itu meneriakkan slogan antiimigran asing. Bahkan banyak di antaranya yang meneriakkan slogan berbau rasialisme seperti Polandia yang Murni atau Kulit Putih Polandia. Mereka menyalakan bom petasan berwarna merah dan mengibarkan bendera Polandia. Bagi kami, agama adalah sangat penting, dan kami tidak mau terjadi Islamisasi di Eropa terutama di Polandia, tutur Pawel, pemuda berusia 21 asal Rzeszow.

Pendukung Partai Konservatif Hukum dan Keadilan, PiS, juga ikut ambil bagian dalam aksi memperingati hari kemerdekaan Polandia. Kami bangga bahwa banyak warga Polandia yang memutuskan untuk ambil bagian dalam perayaan ini, kata Mariusz Blaszczak, Menteri Dalam Negeri Polandia.

Sementara itu, Presiden Polandia Andrej Duda, memimpin sebuah upacara resmi di Warsawa, yang dihadiri Presiden Uni Eropa Donald Tusk. Hari Kemerdekaan akan tetap berlangsung untuk merayakan kemerdekaan Polandia. Tidak hanya dirayakan satu partai saja, tetapi semua partai. Tidak seorang politikuspun dari Polandia yang bisa memonopoli patriotisme, kata Presiden Donald Tusk.
#Polandia #Yahudi #Muslim
BERITA TERKAIT
Pedagang Sapi Muslim India Dibunuh dengan Keji
New Orleans Pilih Wali Kota Perempuan Pertama
Mugabe Tolak Mundur dalam Tekanan Massa
UE Segera Bahas Krisis Rohingya dengan Suu Kyi
Ratu Inggris Rayakan Ultah Pernikahan ke-70
Pilot Jet AS Melukis Kelamin Pria di Angkasa
Kisah Pemilik Truk Dengan Stiker Anti-Trump

ke atas