DUNIA

Selasa, 14 November 2017 | 15:58 WIB

Jumlah Mahasiswa India di AS Naik Dua Kali Lipat

Didi Prambadi
Jumlah Mahasiswa India di AS Naik Dua Kali Lipat
(Foto: ilustrasi)
INILAHCOM, Washington DC - Jumlah pelajar dan mahasiswa India yang belajar di AS meningkat dua kali lipat selama 10 tahun terakhir ini, dan menempati peringkat kedua setelah China.

Hindustantimes.com melaporkan, hal itu diungkapkan Kedutaan besar AS di Delhi, Senin (13/11/2017). Menurut Departemen Pendidikan dan Kebudayaan AS, jumlah pelajar di AS lebih dari 186 ribu orang, meningkat 12% dari tahun sebelumnya. Pelajar India menempati 17,3% dari seluruh pelajar asing di AS, dan berada di peringkat kedua setelah China. Negara Tirai Bambu itu menempati peringkat pertama dan mengalahkan posisi India sejak 2009 dan 2010 lalu.


Mayoritas pelajar dan mahasiswa India atau 56% yang kuliah di AS mengambil gelar post graduate, kata George Hogeman, Konsul Jenderal AS di Delhi. Peningkatan itu, menurutnya, karena kebijaksanaan AS tahun 2017 yang membuka lebar-lebar program International Educational Exchange.

Para pelajar dari negara lain di bawah China dan India adalah Korea Selatan, Arab Saudi, Canada, Vietnam, Taiwan, Jepang, Mexico dan Brazil. Sementara, negara-negara bagian yang banyak dihuni mahasiswa internasional adalah California, New York, Texas, Pennsylvania dan Massachusetts.

Ilmu dan bidang-bidang studi yang diminati para pelajar India adalah bidang studi Ilmu dan Teknologi, Matematika dan bidang teknik. 70% di antara para mahasiswa India terdaftar di bidang Matematika, Ilmu komputer dan Teknologi. Meski terbilang cukup besar, namun jumlah mahasiswa India itu jauh lebih sedikit dibandingkan jumlah mahasiswa yang mencapai 24,9% pada tahun 2015-2016, bahkan pernah sebesar 29,4% pada 2014-2015.
#AS #India
BERITA TERKAIT
India Rilis Aplikasi Anti-Selfie di Lokasi Bahaya
Perahu Terbalik di India, 16 Tewas
Pedagang Sapi Muslim India Dibunuh dengan Keji
New Orleans Pilih Wali Kota Perempuan Pertama
Mugabe Tolak Mundur dalam Tekanan Massa
UE Segera Bahas Krisis Rohingya dengan Suu Kyi
Ratu Inggris Rayakan Ultah Pernikahan ke-70

ke atas