EKONOMI

Selasa, 14 November 2017 | 14:03 WIB

Laba PTPN III Naik 214% per Oktober 2017

Uji Sukma Medianti
Laba PTPN III Naik 214% per Oktober 2017
(Foto: istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - PT Perkebunan Nusantara III (Persero) bukukan laba bersih senilai Rp921 miliar pada Oktober 2017. Angka ini naik 214% dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2017.

"Laba bersih PTPN III tumbuh 214% dibandingkan periode tahun lalu yang rugi Rp806 miliar," ujar Dasuki Amsir, Direktur Utama PTPN III di Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Dia menjelaskan, peningkatan kinerja ini didongkrak oleh sejumlah faktor diantaranya perubahan budaya kerja, peningkatan penjualan, produktivitas tanam, efisiensi untuk menekan harga pokok, serta kenaikan harga komoditas.

Sementara itu, sepanjang Januari hingga Oktober 2017 PTPN III berhasil melakukan penjualan senilai Rp28,2 triliun atau tumbuh 4,89% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mampu meraup penjualan senilai Rp26,9 triliun.


"Kenaikan penjualan, lanjut Dasuki, ditopang oleh peningkatan produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) kebun sendiri sebesar 12,06%, Crude Palm Oil (CPO) kebun sendiri sebesar 8,50%, dan Kernel kebun sendiri sebesar 3,57% dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu," terangnya.

Adapun, dari sisi perbaikan operasional manajemen, PTPN III mencatatkan net operating cash flow senilai Rp1,6 triliun atau meningkat sebesar 31,84% dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2016 sebesar Rp 1,2 triliun.

Sedangkan, faktor lain yang membuat kinerja keuangan menjadi semakin baik di PTPN III adalah didongkrak dari margin pendapatan sebelum pajak, bunga, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA).

Per Oktober 2017, EBITDA Perseroan meningkat 15,55% menjadi sebesar Rp6,2 triliun dibandingkan periode yang sama 2016 sebesar Rp5,4 triliun, jelasnya. [hid]
#PTPNIII
BERITA TERKAIT
PTPN Targetkan Produksi Gula Hingga 870.000 Ton
Tol Cisumdawu Membelah Bukit, Ini Progessnya
Sebentar Lagi, Indonesia Ikuti Standar Halal SMIIC
Pesawat Turboprop Habibie Diincar Investor Asing
Tahun Depan, Airlangga Masih Mengandalkan Mamin
Pengisi Kursi Panas Dirjen Pajak, Ini Kata Pakar
Menhub Budi 'Paksa' KAI Masuk Proyek LRT Jabodebek

ke atas