NASIONAL

Selasa, 14 November 2017 | 14:52 WIB

Di Balik Desakan Pergantian Panglima TNI

R Ferdian Andi R
Di Balik Desakan Pergantian Panglima TNI
Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Sejumlah lembaga civil society organization (CSO) menyuarakan pergantian Panglima TNI Gatot Nurmantyo sesegera mungkin. Padahal Jenderal Gatot baru pensiun lima bulan ke depan. Selain mendesak mengganti Panglima, CSO kompak memberi kode siapa Panglima TNI yang layak menggantikan Jenderal Gatot Nurmantyo.

Alasan utama pergantian Jenderal Gatot lantaran jenderal bintang empat ini dinilai politis dan banyak manuvernya. "Jokowi tidak boleh bertaruh dengan gaya kepemimpinan Gatot yang politis dan seringkali offside dari kehendak presiden," ujar Ketua Setara Institute Hendardi melalui siaran pers, Senin (13/11/2017).

Hendardi menyebutkan kegaduhan yang sering dibuat Jenderal Gatot dan bermanuver politik terhadap isu politik nasional hanya merusak organisasi TNI dan menganggu agenda pembangunan dan kepemimpinan Jokowi. Menurut Hendardi, pencopotan Gatot akan membuat TNI lebih baik dan bergerak cepat. "Mempercepat pergantian Jenderal Gatot akan mendisiplinkan TNI lebih cepat untuk menjawab dinamika politik 2018 dan 2019 mendatang," tegas Hendardi.

Tidak hanya sekadar itu, aktivsi CSO juga membuat kriteria calon Panglima TNI harus sosok yang terbuka, reformis, dan satu padu dalam langkah dan perbuatan dengan Presiden Jokowi sebagai Panglima Tertinggi TNI. "Gagasan dan program kemaritiman Jokowi, juga bisa jadi pertimbangan kebutuhan mencari sosok Panglima TNI yang mendukung penguatan pembangunan kemaritiman. Sekaligus membangun tradisi bergilir dalam memimpin TNI yang terdiri dari tiga angkatan," ujar Hendardi.

Sehari sebelumnya, Imparsial lebih konkret menyebut figur yang tepat menggantikan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo. Menurut Imparsial, Panglima TNI ke depan tidak boleh dari Angkatan Darat (AD) lagi. "Kalau hari ini dijabat oleh Angkatan Darat berlatarbelakang matra AD, Presiden harus mempertimbangkan bahwa Panglima TNI ke depan harus dijabat oleh Angkatan Udara ataupun Angkatan Laut," kata Wakil Direktur Imparsial Gufron Mabruri.


Senada dengan Setara, pertimbangan agenda pemerintahan terkait dengan pembangunan kekuatan maritim, nilai urgensi Panglima TNI berasal dari matra udara atau matra laut. "Dari sisi agenda kepentingan pemerintah yang memang punya visi misi pembangunan kekuatan maritim, di situ urgensi kenapa ke depan harus matra udara atau laut," tambah Ghufron.

Sementara terpisah anggota Komisi I DPR RI Arwani Thomafi mengomentari desakan sejumlah pihak atas pergantian Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengatakan konstitusi memberikan mandat penuh kepada Presiden untuk mengusulkan pergantian panglima TNI. "Kapan dan dari angkatan mana, biarlah pembahasan hal itu tidak menjadi ruang yang akan mengurangi hak prerogatif Presiden," tegas Arwani di Jakarta.

Menurut dia, TNI mempunyai tradisi pengkaderan yang sangat bagus dan teruji. TNI juga mempunyai banyak stok kader yang selain professional dan tangguh, juga sangat siap untuk mengisi estafet kepemimpinan di TNI. "Presiden tinggal milih saja. Domain kami nanti soal setuju atau tidak," cetus Arwani.

Langkah sejumlah LSM yang kompak mendesak pergantian Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo satu sisi, dan sisi lain mendorong matra tertentu untuk mengisi pos Panglima TNI merupakan hal yang sah-sah saja, karena bagian dari partisipasi publik.

Meskipun, muncul tanda tanya di publik, apa motif atas dorongan dan desakan kepada Presiden serta mendorong matra tertentu mengisi pos Panglima TNI? Biarlah hak prerogatif presiden bekerja. Apalagi, UU No 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia (TNI) telah mengaturnya dengan baik. Karena kenyataannya, desakan itu memunculkan kegaduhan baru di publik.
#PanglimaTNI #GatotNurmantyo
BERITA TERKAIT
Panglima Pesan Jaga Keharmonisan TNI-Polri
Lima Perwira TNI Menolak Kenaikan Pangkat
Panglima TNI Beberkan Operasi Penyelamatan Sandera
Pengganti Gatot Harus Fokus Pertahanan di Kawasan
Jokowi Bisa Ganti Panglima TNI Kapan Saja
Calon Pengganti Gatot Diharap Jamin Netralitas TNI
Setara Nilai TNI Butuh Kepemimpinan yang Solid

ke atas