PASAR MODAL

Selasa, 14 November 2017 | 16:27 WIB

Bursa Saham Eropa Terbebani Data China

Wahid Ma'ruf
Bursa Saham Eropa Terbebani Data China
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, London - Saham Eropa melayang di sekitar flatline pada awal perdagangan Selasa (14/11/2017), terseret oleh sentimen negatif di China.

Pan-European Stoxx 600 adalah 0,06 persen lebih tinggi dengan sektor-sektor yang bergerak dalam arah yang berbeda. Indeks FTSE naik 0,1%, indeks DAX maju 0,3% dan indeks CAC naik 0,3% seperti mengutip cnbc.com.

Sumber daya dasar adalah sektor dengan kinerja terburuk dalam transaksi awal setelah data mengecewakan di China menurunkan sebagian besar saham. Produksi industri, penjualan ritel dan jumlah investasi aset tetap merindukan ekspektasi.

Meskipun demikian, fokus utama di Eropa adalah pendapatan dan data kunci. Akibatnya, telekomunikasi adalah yang terbesar di awal perdagangan, setelah Simcorp melaporkan hasil kuartal ketiga di atas ekspektasi.

Saham tersebut naik hampir 5 persen pada berita tersebut. Penyedia layanan telekomunikasi Jerman Drillisch naik juga sekitar 5 persen setelah mengumumkan hasil sembilan bulannya.

Sementara itu, raksasa telekomunikasi Inggris Vodafone menaikkan pertumbuhan pendapatan setahun penuh menjadi sekitar 10 persen dari 4-8 persen. Angka tersebut mengirim saham 4 persen lebih tinggi pada transaksi awal.


Henkel, perusahaan bahan kimia dan barang konsumsi Jerman, memperingatkan terhadap kondisi sulit di pasar barang konsumsi selama hasil kuartal ketiga mereka. Saham turun 1,8 persen.

Utilitas perusahaan RWE mengumumkan kenaikan 9,3 persen dalam pendapatan inti sembilan bulan pada hari Selasa. Harga saham hanya sedikit lebih tinggi pada awal perdagangan.

Dalam berita perusahaan lainnya, Credit Suisse setuju untuk membayar US$135 juta kepada regulator New York karena melakukan kesalahan dalam bisnis valuta asingnya.

Dari sisi data, kilat angka produk domestik bruto di Jerman menunjukkan ekspansi yang didorong oleh ekspor dan investasi. PDB naik 0,8 persen pada kuartal ketiga dari 0,6 persen pada kuartal sebelumnya.

Juga akan ada angka inflasi untuk bulan Oktober di Inggris pada pukul 9.30 waktu London.

Juga di Inggris, menteri Brexit David Davis mengatakan kepada anggota parlemen Senin bahwa mereka akan dapat memberikan suara pada kesepakatan akhir dengan Uni Eropa.
#BursaSaham #IHSG #Dolar #Rupiah #DolarAS
BERITA TERKAIT
Ini Proyek Awal China-Kazakhstan
Niat SoftBank Miliki Uber Terhalang Ini
Ini Alasan Wall Street akan Bergerak Terbatas
Sentimen Bisnis Jerman Tembus Rekor Tertinggi
Smartphone Paling Laris Saat Thanksgiving Day
Bursa Eropa Coba Bertahan di Area Positif
IHSG Berlabuh Positif 3,89 Poin ke 6.067

ke atas