EKONOMI

Selasa, 14 November 2017 | 18:27 WIB

Budi Minta Kontraktor Patimban Bukan Ecek-ecek

Budi Minta Kontraktor Patimban Bukan Ecek-ecek
Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi (Foto: Inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, menginginkan, kontraktor yang menggarap Pelabuhan Patimban, Kabupaten Subang, Jawa Barat, punya pengalaman berskala internasional.

"Kami minta dari Indonesia yang sudah berpengalaman internasional," kata Budi usai penandatanganan Keputusan Bersama tentang Penyelenggaraan Pelabuhan di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam di Kantor Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Budi mengatakan, pihaknya segera melakukan tender baik untuk calon kontraktor Indonesia maupun Jepang yang ditargetkan sudah keluar hasilnya pada akhir tahun ini, karena konstruksi tahap I akan dimulai awal 2018.

"Saya tidak menganjurkan satu kontraktor, bisa tiga, empat atau lima, kalau bisa yang besar dan bisa gabung dengan kontraktor Jepang," katanya.

Pemerintah Indonesia dan Jepang resmi menandatangani pinjaman Proyek Pelabuhan Patimban Tahap I senilai 118,9 miliar yen atau setara Rp14,2 triliun melalui Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA).

Penandatanganan pinjaman dilakukan oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia Masafumi Ishii dan Direktur Jenderal Asia, Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia Desra Percaya di Jakarta, Senin (13/11).

Isi perjanjian pinjaman tersebut, di antaranya suku bunga 0,1% di mana suku bunga tahunan untuk jasa konsultan sebesar 0,01%, masa pengembalian 40 tahun termasuk masa tenggang 12 tahun dan syarat pengadaan mengikat.


Perwakilan Senior JICA di Indonesia Kawabata Tomoyuki mengatakan total kebutuhan Proyek Pelabuhan Patimban Tahap I adalah 144 miliar yen atau sekitar Rp17,2 triliun.

Namun, Kawabata menjelaskan nilai tersebut termasuk akses jalan, listrik dan pajak yang akan dibiayai Pemerintah Indonesia. "Tahap I ini ada dua tahap, pembangunan akses jalan termasuk dalam tahap I ini," katanya.

Dia menyebutkan pinjaman senilai Rp14,2 triliun merupakan delapan per tiga dari seluruh total investasi Proyek Pelabuhan Patimban tahap I. "Untuk pengadaan tanah, listrik dan pajak tidak menjadi bagian dari pinjaman dalam bentuk yen," katanya.

Pemerintah menetapkan Pelabuhan Patimban sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional, yang telah tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 58 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 3 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional.

Pembangunan Pelabuhan Patimban terbagi menjadi tiga tahap, khusus untuk tahap pertama terbagi lagi ke dalam dua fase.

Tahap pertama fase 1 Pelabuhan Patimban akan memiliki terminal kendaraan dengan dermaga sepanjang 300 meter serta terminal peti kemas 420 x 35 meter dari total panjang dermaga keseluruhan tahap 1, 2 dan 3 sepanjang 4.320 meter, serta kedalaman perairan -10 m LWS. Sedangkan lapangan peti kemas memiliki luas 35 hektar dengan kapasitas 250.000 TEUs dari total kapasitas Tahap 1 sebesar 3,75 TEUs.

Selanjutnya, di tahap pertama fase kedua nantinya terminal kendaraan menjadi 690 m sedangkan terminal peti kemas diperpanjang dan diperluas menjadi 1.740 x 35 meter dari total panjang dermaga keseluruhan 4.320 meter, dengan kedalaman -14 m LWS. Sedangkan lapangan peti kemas ditambah seluas 66 hektar dengan kapasitas 3,5 juta TEUs dari total kapasitas 3,75 TEUs utk Tahap 1.

Pembangunan Pelabuhan Patimban dibiayai oleh pinjaman Jepang melalui Badan Kerja Sama Internasional Jepang (JICA) sebesar 1,03 Miliar dolar AS dan pendanaan dari dalam negeri antara lain untuk pengadaan lahan sekitar Rp500 miliar, seedangkan anggaran yang dibutuhkan untuk pengadaan peralatan, pengoperasian dan pemeliharaan akan menjadi porsi operator pelabuhan. [tar]
#MenhubBudi #PelabuhanPatimban
BERITA TERKAIT
Menhub Budi 'Paksa' KAI Masuk Proyek LRT Jabodebek
Ini Skema Reaktivasi Trem di Surabaya
(Realisasi Tol Udara) Kemenhub Gelontorkan Subsidi Kargo Udara di Papua
Menteri Budi Bermimpi Singapura di Tanjung Priok
Minimalisir Kecelakaan KA, Kemenhub Lakukan Ini
Tol Cisumdawu Membelah Bukit, Ini Progessnya
Sebentar Lagi, Indonesia Ikuti Standar Halal SMIIC

ke atas