PASAR MODAL

Selasa, 14 November 2017 | 16:48 WIB

Amazon Jual Sebagian Bisnis di China

Wahid Ma'ruf
Amazon Jual Sebagian Bisnis di China
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Beijing - Beijing Sinnet Technology mengatakan pada hari Selasa (14/11/2017) pihaknya akan membeli sebagian bisnis Amazon di China dengan harga hingga 2 miliar yuan China atau setara dengan US$301 juta.

Namun raksasa e-commerce AS mengatakan bahwa mereka tidak keluar dari ekonomi terbesar kedua di dunia. Pada bulan Agustus 2016, Amazon menandatangani kesepakatan untuk membiarkan perusahaan teknologi China Sinnet mengoperasikan layanan yang disediakan oleh Amazon Web Services (AWS) di China.

Sinnet mengatakan dalam sebuah pengajuan peraturan pada hari Senin bahwa pembelian, yang masih tertunda, akan membantu "mematuhi undang-undang China untuk lebih meningkatkan layanan awan AWS perusahaan" dalam hal kualitas dan keamanan.

Tapi Amazon mengatakan bahwa itu hanya menjual "aset fisik tertentu" dan masih memiliki kekayaan intelektual untuk AWS di seluruh dunia.


"Tidak, AWS tidak menjual bisnisnya di China dan tetap berkomitmen penuh untuk memastikan pelanggan China terus menerima layanan cloud terkemuka di industri AWS. Hukum China melarang perusahaan non-China untuk memiliki atau mengoperasikan teknologi tertentu untuk penyediaan layanan awan. Hasilnya, untuk mematuhi hukum Tionghoa, AWS menjual aset infrastruktur fisik tertentu kepada Sinnet, mitra lama China dan penjual AWS untuk wilayah AWS China (Beijing)," kata Amazon dalam sebuah pernyataan kepada TechCrunch seperti mengutip cnbc.com.

"AWS terus memiliki kekayaan intelektual untuk Layanan AWS di seluruh dunia. Kami sangat antusias dengan bisnis signifikan yang kami miliki di China dan potensi pertumbuhannya selama beberapa tahun mendatang."

Kesepakatan itu bisa dikaitkan dengan meningkatnya pengawasan peraturan dari pemerintah China yang berusaha memperketat cengkeraman mereka di internet di negara tersebut. Sinnet meminta pelanggannya awal tahun ini untuk berhenti menggunakan jaringan pribadi virtual (VPN), yang mampu menghindari Great Firewall China.

Perusahaan AS lainnya juga menghadapi situasi yang menantang di China. Pada bulan Juli, Apple menghapus VPN dari toko aplikasinya di China, di tengah tindakan keras terhadap layanan tersebut oleh pemerintah.

AWS telah menjadi permata di mahkota untuk pendapatan Amazon akhir-akhir ini dan alasan besar mengapa saham perusahaan naik lebih dari 50 persen dari tahun ke tahun.
#BursaSaham #IHSG #Dolar #Rupiah #DolarAS
BERITA TERKAIT
Ini Proyek Awal China-Kazakhstan
Niat SoftBank Miliki Uber Terhalang Ini
Ini Alasan Wall Street akan Bergerak Terbatas
Sentimen Bisnis Jerman Tembus Rekor Tertinggi
Smartphone Paling Laris Saat Thanksgiving Day
Bursa Eropa Coba Bertahan di Area Positif
IHSG Berlabuh Positif 3,89 Poin ke 6.067

ke atas