EKONOMI

Selasa, 14 November 2017 | 19:08 WIB

Era Digital Lahirkan Jutaan Pengangguran?

Era Digital Lahirkan Jutaan Pengangguran?
(Foto: Ilustrasi)
INILAHCOM, Jakarta - Era digital memang bikin mudah, tapi juga bikin masalah baru. Karena, pekerjaan digantikan mesin, artinya pengangguran bakal membludak.

Saat ini, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah mengkaji dampak digitalisasi di sektor ekonomi. Salah satunya perdagangan elektronik atau e-commerce terhadap kesempatan kerja di tanah air.

"Saat ini kami di Bappenas sedang melakukan kajian dampak digitalisasi perekonomian terhadap penciptaan kesempatan kerja. Kami antisipasi ketika kita masih punya isu pengangguran di 5,5 persen, nanti ketika era e-commerce yang masif, tidak hanya ritel tapi juga perbankan mengurangi orang, maka akan ada pengangguran yang berat ditambah ada bonus demografi," ujar Bambang di Gedung Bappenas, Jakarta.

Menurut Bambang, tantangan yang kini dihadapi mulai berat mengingat di satu sisi generasi muda butuh pekerjaan, namun di satu sisi ada era digitalisasi.

Bappenas, kata mantan menteri keuangan Kabinet kerja Djilid I ini, ingin melihat pola tenaga kerja ke depan. Apakah benar terjadi ketidaksesuaian (mismatch) antara keterampilan atau skill yang dibutuhkan dengan angkatan kerja yang ada.

"Studinya masih berlangsung, tapi salah satu opsi yaitu perlu bergeser besar ke vokasi. Ini studinya sedang kami lakukan," ujar Bambang.


Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ekonomi Indonesia menurut pengeluaran pada triwulan III-2017 tumbuh 5,06% secara tahunan (year on year/yoy). Dan, menciptakan tambahan kesempatan kerja 2,61 juta.

Dalam RPJMN 2015-2019, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) ditargetkan 4%-5%. Sementara penciptaan kesempatan kerja sebesar 10 juta orang.

Pada 2015, realisasi TPT sendiri mencapai 6,18%, turun menjadi 5,61% pada 2016. Dan kembali rontok di angka 5,5% pada Maret 2017.

Sedangkan realisasi penciptaan kesempatan kerja, berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Per Agustus 2017, pada 2015 0,19 juta orang, naik menjadi 3,59 juta orang pada 2016, dan 2,61 juta orang pada 2017.

Per Agustus 2017, jumlah angkatan kerja mencapai 128,06 juta orang, meningkat 2,09% dibandingkan 2016 sebesar 125,44 juta orang. Sementara itu, jumlah pekerja per Agustus 2017 mencapai 121,02 juta orang, tumbuh 2,2% dibandingkan 2016 sebanyak 118,41 juta orang.

"Pertumbuhan kesempatan kerja, lebih baik dibandingkan pertumbuhan angkatan kerja. Dengan demikian, meskipun jumlah pengangguran bertambah sekitar 10.000 orang, TPT turun menjadi 5,5 persen dari 2016 yang sebesar 5,61 persen," ujar Bambang. [tar]

#'EraDigital #Pengangguran #Bappenas
BERITA TERKAIT
Bappenas: Pertumbuhan Ekonomi 2017 Gagal Target
Posisi 3 Dunia, Wisatawan RI Sudah Melek Digital
OJK Tegaskan Perbankan harus Bisa Efisien
Pembangunan Tol Ngawi-Kertosono Capai 94,66%
BPJT Targetkan Jalan Tol akan Sepanjang 1.852 KM
Ini Skema Reaktivasi Trem di Surabaya
BKP: Tiga Isu Utama Atasi Masalah Pangan dan Gizi

ke atas