EKONOMI

Selasa, 14 November 2017 | 17:43 WIB

Papua Bebas AI, Peluang Besar Ekspor Ternak

Papua Bebas AI, Peluang Besar Ekspor Ternak
(Foto: inilahcom/Dok)
INILAHCOM, Jakarta - Dalam eksportasi produk peternakan, aspek status kesehatan hewan menjadi persyaratan utama, serta menjadi salah satu daya saing dalam perdagangan internasional. Karena itu Kementerian pertanian terus meningkatkan status kesehatan hewan dengan program pengendalian penyakit, terutama penyakit Avian Influenza (AI).

Untuk pengendalian penyakit AI di Indonesia, Kementan mengambil langkah kebijakan dengan melakukan pembebasan melalui kompartemen, zona, pulau atau provinsi, kata Fadjar Sumping Direktur Kesehatan Hewan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan), kemarin. Saat ini Pemerintah telah mengeluarkan sebanyak 55 sertifikat kompartemen bebas AI untuk Breeding Farm aktif.

Pada era pemerintahan Jokowi, yaitu pada 2015 dan 2016 untuk wilayah/provinsi yang telah bebas AI yaitu Provinsi Maluku Utara (2015) dan Provinsi Maluku (2016). Selain itu, pada tahun 2015 juga sudah berhasil membebaskan Pulau Madura dari penyakit Brucella.

Kini menyusul satu langkah maju kembali dicapai di bidang kesehatan hewan dan usaha perunggasan nasional, dengan telah diterbitkannya Keputusan Menteri Pertanian Nomor 600/Kpts/PK320/9/2017 tentang Provinsi Papua sebagai Zona Wilayah Bebas Penyakit AI pada unggas, ujar Fadjar Sumping.


Menurut Fadjar Sumping, hal tersebut merupakan puncak kerja keras dan pencapaian yang luar biasa dari Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua dan Kabupaten/Kota se Papua, serta Balai Besar Veteriner Maros (BBVet) Maros selaku Unit Pelaksana Teknis Kementerian Pertanian di wilayah timur Indonesia.

Fadjar Sumping menyampaikan, sebagaimana pemenuhan persyaratan OIE (Badan Kesehatan Hewan Dunia) dan mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian Nomor 28 Tahun 2008 tentang Penataan Kompatementalisasi dan Zonasi, maka di provinsi Papua telah dilaksanakan upaya pengendalian dan pemberantasan penyakit AI, kemudian dilakukan surveilans pembuktian bebas AI oleh Balai Besar Veteriner Maros (BBVet) Maros mulai tahun 2015 -Juli 2017.

Berdasarkan hasil surveilans selama dua tahun tersebut, tidak ditemukan kasus AI di Provinsi Papua, baik laporan kasus sindromik yang mengarah pada penyakit AI maupun pengujian virologi, ungkapnya.

Dengan telah menyandang status Bebas AI tersebut, maka beberapa keuntungan dan peluang pengembangan usaha perunggasan di wilayah Papua semakin aman dalam aspek kesehatan unggas dan peluang pasar lebih terbuka secara luas baik domestik maupun internasional, ujarnya.
#Kementan #FluBurung
BERITA TERKAIT
Mentan Bersama Forum Rektor Membentuk Pokja Pangan
Mangga dan Buah Naga Siap Masuk Pasar Australia
Mentan Amran: Sekarang ini Pertanian Zaman Now
Jabar Siap Sergap 7.000 Ton Gabah Per Hari
Gorontalo Ekspor Jagung, Petani Nikmati Rp4 T
DPR: Data Beras Dua Kementerian Kok Tidak Kompak?
Suplay Beras Cipinang Naik dari 1.000 ke 5.000 Ton

ke atas