MOZAIK

Rabu, 15 November 2017 | 01:11 WIB

Jika Merasa Sebagai Korban

KH Abdullah Gymnastiar
Jika Merasa Sebagai Korban
(Foto: Ilustrasi)
ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Mengetahui setiap kejadian baik yang tersembunyi maupun yang terang-terangan, menggolongkan kita sebagai orang-orang yang senantiasa merasa ditatap oleh-Nya. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad Saw.

Kita akan menemui banyak ujian dalam hidup ini dan di antara ujian-ujian itu ada yang berbentuk bencana. Saudaraku, Allah Swt berfirman,Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri. Kami mengutusmu menjadi Rosul kepada segenap manusia. Dan cukuplah Allah menjadi saksi.(QS. An Nisaa [4] : 79)

Ketika takdir Allah, kita tertimpa bencana, maka tidaklah perlu berlama-lama atau berlarut-larut dalam kesedihan, karena sikap yang jauh lebih baik adalah berlarut-larut dalam taubat kepada Allah Swt. Salah satu sikap yang membuat kita susah untuk taubat adalah merasa diri hanya sebagai korban, bisa korban dari gejala alam atau korban dari perbuatan buruk yang dilakukan orang lain.


Saudaraku, berlama-lama memposisikan diri sebagai korban hanya akan membuat kita semakin merasa lemah dan pantas dikasihani oleh orang lain. Padahal Allah menerangkan pada ayat di atas bahwa bencana yang menimpa kita adalah disebabkan kezholiman diri kita sendiri.

Oleh karena itu, ketika bencana datang menimpa, sikap terbaik yang sepatutnya kita lakukan adalah memandang diri sendiri sebagai pelaku atau penyebab dari bencana itu sendiri. Sehingga dengan begitu kita bisa menyegerakan diri untuk bertaubat kepada Allah, mujahadah memperbaiki diri dan memaksimalkan ikhtiar memperbaiki keadaan.

Sikap-sikap yang demikianlah yang bisa mengundang datangnya pertolongan Allah Swt. Karena Allah mencintai hamba-Nya yang bertawakal dan berpegah teguh kepada-Nya. Tidak ada untungnya kita berlarut-larut mengasihani diri, meratapi keadaan apalagi sambil tak berbuat apa-apa. Bertaubatlah kepada Allah, perbaikilah hubungan kita dengan-Nya dan maksimalkan ikhtiar memperbaiki keadaan, inilah sikap-sikap yang Allah sukai dan mengundang datangnya pertolongan Allah kepada kita.WAllahualambishowab. [smstauhiid]

#InilahKehidupan #TausyiahKehidupan #AaGym
BERITA TERKAIT
Empat Jenis Pemarah
Orang yang Kikir
Kekayaan yang Sejati
Sembuhkan Penyakit Hati
Saat Merasa Lemah
Hikmah Memanah
Menjadi Agen Dakwah

ke atas