MOZAIK

Rabu, 15 November 2017 | 02:27 WIB

Kebutuhan Diri akan Ilmu

KH Ahmad Imam Mawardi
Kebutuhan Diri akan Ilmu
(Foto: Ilustrasi)
LIHATLAH orang-orang yang saban hari mondar-mandir dari warung ke warung dan dari restoran ke restoran. Lihat pula orang-orang yang kerap kali bolak balik ke toko membeli beras dan sayuran beserta lauk pauknya. Betapa besar kebutuhan manusia akan makanan.

Kebanyakan manusia rela dan tega berbuat apapun demi makan. Itu karena keyakinannya bahwa makanan adalah yang paling pokok dalam kebutuhan hidupnya, kebutuhan primer sebut mereka. Baiklah, saya bukan di posisi sebagai wasit mereka dalam hal ini, karena saya sendiri masih mencari makan juga. Namun cobalah renungkan kalimat berikut ini yang mungkin saja membuka mata kita untuk lebih bijak.


Adalah Imam Ahmad bin Hanbal yang berkata bahwa, Manusia membutuhkan ilmu lebih dari pada butuhnya mereka akan makanan dan minuman. Makanan dan minuman dibutuhkannya sekali atau dua kali saja dalam sehari, sementara ilmu dibutuhkannya terus menerus sepanjang nafas masih berhembus.

Setuju tidak dengan dawuh Imam Ahmad? Masih enggankah mencari ilmu? Masih mau malaskah berkunjung ke majelis taklim? Sepertinya jumlah orang yang berkata "Kapan ya pengajian lagi? Aku rindu pengajian" adalah jauh lebih sedikit dibandingkan orang yang berkata "Lho kok pengajian lagi? Libur dulu lah." Mari kita muhasabah. Salam, AIM. [*]
#PencerahHati #Pencerah Hati #AhmadImamMawardi
BERITA TERKAIT
Memahami Nilai-nilai Agama
Solusi Masalah itu yang Paling Inti Apa?
Cara Khalifah Umar bin Abdul Azis Merayu Allah
Qais, Utang dan Kedermawanan
Awas dan Waspadalah Jebakan Nafsu
Berita Kematian Lebih Besar Ketimbang Kelahiran
Seni Memilih Solusi: Irtikaab Akhaff Al Dlararayn

ke atas