DUNIA

Rabu, 15 November 2017 | 10:30 WIB

Tak Ada Obrolan Soal HAM Antara Trump dan Duterte

Tak Ada Obrolan Soal HAM Antara Trump dan Duterte
(The New York Times)
INILAHCOM, Manila - Presiden AS Donald Trump mengatakan memiliki 'hubungan baik' dengan Presiden Filipina Rodrigo Duterte setelah keduanya bertemu di Manila, di sela-sela pertemuan puncak ASEAN, dua hari lalu.

"Kami memiliki hubungan baik. (Pertemuan ini) amat berhasil. Kami melakukan banyak pertemuan dengan para pemimpin lain," kata Trump.

Mengutip BBC, pertemuan keduanya dibayang-bayangi kebijakan keras Duterte untuk memberantas peredaran narkoba, yang sudah menewaskan sekitar 4.000 terduga pengedar narkoba dan dikritik para pegiat hak asasi.

Namun, Trump tidak menjawab pertanyaan para wartawan yang menanyakan apakah keduanya membahas masalah hak asasi.

Juru bicara Gedung Putih, Sarah Sanders, belakangan mengatakan topik itu disebut singkat saat pertemuan pribadi keduanya dalam konteks perang melawan narkoba namun tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Tapi, juru bicara Presiden Duterte, Harry Roque, dalam pernyataan kepada para wartawan menegaskan masalah hak asasi manusia tidak diangkat.

"Presiden Duterte menjelaskan panjang lebar tentang perang melawan narkoba, Presiden Trump tampak menghargai upayanya. Tak ada komentar tentang perang melawan narkoba, yang ada seperti kralifikasi tentang pengedar narkoba yang telah ditangkap," jelas Roque.

Dia menggambarkan hubungan Trump dan Duterte sebagai 'hangat, bersahabat, dan terus terang' seraya menambahkan keduanya memiliki perasaan yang sama atas mantan Presiden AS Barack Obama.


Duterte beberapa kali mengejek Obama, yang mengecam kebijakan yang memungkinkan aparat keamanan Filipina menembak mati para terduga pengedar narkoba.

Presiden kontroversial ini antara lain pernah menjuluki Obama sebagai 'anak pelacur' pada September lalu dan sempat pula menyatakan berpisah' dari Washington setelah dia bertemu dengan Presiden China Xi Jinping, di Beijing, beberapa waktu lalu.

Sementara itu, Trump dilaporkan pernah memuji perang yang dilancarkan Duterte untuk menghadapi para pengedar narkoba.

"Saya hanya ingin mengucapkan selama kepada Anda karena saya mendengar tentang pekerjaan Anda yang tidak bisa dibayangkan dalam masalah narkoba. Banyak negara yang menghadapi masalah itu, kami punya masalah tersebut, namun yang Anda lakukan hebat," ujar Trump kepada Duterte dalam pembicaraan via telepon pada 29 April 2017 yang kemudian bocor ke media-media di AS.

Trump dan para pemimpin yang menghadiri pertemuan puncak ASEAN sudah bertemu dalam acara makan malam di Manila dan di sana Presiden Duterte tampil menyanyikan sebuah lagu cinta Filipina yang populer.

Setelah membawakan lagu tersebut, Duterte bergurau bahwa dia bernyanyi 'atas perintah komandan puncak Amerika Serikat'.

Kunjungan Trump ke Manila diwarnai aksi unjuk rasa. Para demonstan memajang spanduk yang antara lain bertuliskan 'Trump Pulanglah' dan 'Larang Trump #1 teroris'.

Pihak kepolisan Filipina dilaporkan sampai menggunakan water cannon untuk membubarkan para pengunjuk rasa.
#Trump #Duterte #DonaldTrump #RodrigoDuterte
BERITA TERKAIT
Trump Ketahuan Terima Ribuan Pebinis dan Pejabat
Putin dan Trump Bertelepon Bahas Perdamaian Suriah
Kisah Pemilik Truk Dengan Stiker Anti-Trump
Pentagon Keliru Kirim Twitter Minta Trump Lengser
Wikileaks Pernah Komunikasi dengan Trump Jr
Buka KTT ASEAN, Duterte Soroti Soal Terorisme
Hari Ini, Putin dan Trump Bertemu di Vietnam

ke atas