MOZAIK

Selasa, 21 November 2017 | 21:00 WIB
(Syair)

Di Sebuah Huma

Di Sebuah Huma
(Foto: ilustrasi)
kembali di sini
mendengar nyanyian alam damai
menghirup udara beraroma bunga
menangkapi bayangan masa lalu


di sebuah huma
kita pernah bermesra dengan angin
lalu terbang di ketiak kupu-kupu
merentang sayap meniti pelangi



di sebuah huma
mega-mega berpuisi
bergulung bagai sutera Dewangga
di bawah kaki mata air jernih mengalir


di sebuah huma
setelah waktu membeber cerita
dan takdir merengkuhnya dariku
kini kutapaki jalan penuh makna
dan bergayut seribu kenangan....


[Gandi Gendon]
#GandiGendon #Puisi #Religi #Syair #Indonesia
BERITA TERKAIT
(Syair) Emha Ainun Najib: Dari Bentangan Langit
Syahadat, Sepasang Kalimat yang Menggetarkan Jagat
Rasulullah: Ikutilah Jejak Orang-orang Setelahku
Kekayaan Menjauhkan Diri dengan Allah
Makam Orang Saleh Semburkan Aroma Wangi
'Memperbaiki' Syahadat
Agar Bersyukur, Seringlah Datang ke Rumah Sakit

ke atas