MOZAIK

Selasa, 28 November 2017 | 21:00 WIB
(Syair)

Lailatul Qadar

Lailatul Qadar
(Foto: Ilustrasi)
Malam ini kulangitkan tadarusku
Jiwa dahaga merindukan biru samudera


Tuhanku
Lemparkan aku pada lapar cintaMu
Santap hingga lenyap
Jadikan aku takjilMu


Setelah sepuluh hari pertama bertabur kasih
Seusai sepuluh hari kedua tenggelam dalam laut ampunan
Kini tibalah aku pada malam ganjil
Pada kilau cahaya di sepuluh hari terakhir


Purnamakanlah jiwa ini
Celupkan aku pada sinar seribu bulan
Pada orkestra cahayaMu
Kusyahadatkan nafas ini
Agar senyap dari segala nafsu



Malam ini kupeluk kilauMu hingga remuk gulita jiwaku

Tuhanku
Panah jantungku dengan anak panah cintaMu
Biarkan mengalir darah hitam dosa-dosaku
Biarkan terus mengalir hingga menjadi biru dalam rindu taubatku


Terimalah air mata jelaga ini
Syahadat berkarat dalam syahwat sekaratku
Terimalah


Dalam tadarus kemesraan ini
Ijinkan aku menjadi alif awal dan alif akhir firmanMu


[Oleh HM. Nasruddin Anshoriy Ch]
#Puisi #Religi #Syair
BERITA TERKAIT
(Syair) Emha Ainun Najib: Dari Bentangan Langit
Syahadat, Sepasang Kalimat yang Menggetarkan Jagat
Rasulullah: Ikutilah Jejak Orang-orang Setelahku
Kekayaan Menjauhkan Diri dengan Allah
Makam Orang Saleh Semburkan Aroma Wangi
'Memperbaiki' Syahadat
Agar Bersyukur, Seringlah Datang ke Rumah Sakit

ke atas