GAYA HIDUP

Sabtu, 02 Desember 2017 | 16:20 WIB
(Ajang WSC di Amerika Serikat)

Inspirasi Anak Indonesia Berprestasi

Mia Umi Kartikawati
Inspirasi Anak Indonesia Berprestasi
INILAHCOM, Jakarta - Anak Indonesia berhasil meraih 34 medali emas di ajang World Scholar's Cup (WSC) di Yale, Amerika Serikat.

Anak Indonesia tersebut berasal dari sekolah IPEKA. Tim peserta sukses membawa pulang 2 piala, 34 medali emas, dan 23 medali perak. Selain itu, tim putra dinobatkan sebagai tim terbaik dari Indonesia, dan menempati peringkat II dari seluruh peserta di Asia Tenggara.

World Scholars Cup merupakan sebuah ajang kompetisi tingkat dunia yang memperlombakan empat area kompetisi, yaitu Debate, Writing, Scholars Challenge, dan Scholars Bowl. Setiap tim dari berbagai sekolah yang berasal dari 50 negara wajib mengirimkan tiga orang peserta yang akan diikutsertakan dalam empat area kompetisi tersebut.

Tim putra dan putri telah melewati babak regional World Scholars Cup di Jakarta pada Mei 2017 dan babak global di Hanoi dan Athens pada Juni - Juli 2017, kemudian berkompetisi dengan lebih dari 1.000 peserta dari 50 negara di babak Tournament of Champions di Yale University.

Kami harapkan setiap anak bisa mempertahankan keunggulannya masing-masing dan menyempurnakan apa yang masih menjadi kelemahan mereka, sehingga bisa mencapai hasil yang maksimal. Selain top tim, murid-murid kami juga masuk dalam top scholars. Kami bangga dengan hasil tersebut, apalagi ini adalah pertama kali ikut serta dalam ajang World Scholars Cup dan membawa nama harum Indonesia di tingkat internasional, ujar Ms. Joshie Kepala Sekolah SMP, seperti yang dikutip dari siaran pers, Jakarta.


Ajang WSC membawa pulang beragam pengalaman berharga bagi setiap peserta, seperti yang diungkapkan oleh Nathanael Massie Winoto, Top 1 debater yang meraih medali emas.

Yang saya sangat sukai dari debate di WSC adalah bukan hanya semata-mata tentang pemikiran fakta atau argumentasinya, tetapi juga bagaimana menyampaikan pemikiran tersebut dalam cara yang kreatif dan menyenangkan," katanya.

Lebih dari itu, topik debate di WSC juga sangat beragam, sehingga memerlukan pemikiran yang kritikal untuk membangun argumentasi yang kuat. Dan yang paling penting menunjukkan bahwa kita anak Indonesia mampu bersaing dengan di tingkat Internasional, tegasnya.

Alicia Sutandar, yang berhasil meraih peringkat Top 1 di kategori Writing menceritakan, dalam kategori ini yang dibutuhkan adalah persuasive writing.

"Kalau dalam debat harus meyakinkan pokok pikiran kami, begitu juga dalam tulisan. Saya sendiri memilih format creative writing yaitu membuat cerita daripada membuat format esai, sehingga kreativitas kita bisa tampil beda dibanding peserta-peserta lain," ungkapnya.(tka)
#AmerikaSerikat #Inspirasi #anak #Indonesia #berpresta
BERITA TERKAIT
(Cek Kesehatan Sebelum Nikah) Tekan Angka Kematian Anak
Ibu Hamil Sehat, Anak Selamat
Hindari Kehamilan yang Tidak Direncakan
Orang Tua Harus Bijak Pilih Nutrisi untuk Anak
Jakarta Menuju Kota Layak Anak
Story Telling Bahasa Stimulus Penting Bagi Anak
(Hong Kong Fashion Week 2018) 15 Desainer Indonesia Tampilkan Karya Kelas Dunia

ke atas