EKONOMI

Senin, 04 Desember 2017 | 16:56 WIB

TN Merbabu Efektif Ajak Warga Cegah Karhutla

TN Merbabu Efektif Ajak Warga Cegah Karhutla
(Foto: Humas KLHK)
INILAHCOM, Jakarta - Pencegahan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) melibatkan masyarakat secara kontinu terbukti efektif. Salah satunya dilaksanakan Balai Taman Nasional (TN) Gunung Merbabu bersama Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (PKHL) KLHK, di wilayah penyangga, di Desa Ngadirojo, Ampel, Boyolali, Jawa Tengah.

"Dalam dua tahun terakhir, tidak terjadi Karhutla di TN Gunung Merbabu. Hal ini tidak lepas dari kerjasama para pihak dan partisipasi aktif masyarakat untuk menjaga kawasan konservasi ini," ujar Raffles B Panjaitan, Direktur PKHL Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) dalam kesempatan terpisah, Senin (3/12/2017).

"Masyarakat juga dapat membantu petugas dalam melakukan pengawasan dan patroli di kawasan hutan. Selain itu dapat menyampaikan informasi kepada petugas apabila menemukan oknum yang melakukan pembakaran hutan", lanjutnya.

Selain pencegahan Karhutla, masyarakat juga diajak untuk melaksanakan prinsip-prinsip konservasi tanah dan air, untuk mencegah bencana banjir dan longsor, seperti teknik terasering dan menanam tanaman keras.

"Saya mengajak masyarakat dan semua elemen untuk ikut menyelamatkan, melestarikan, dan mengamankan kawasan TN Gunung Merbabu agar bisa memberikan manfaat yang berkelanjutan dan terjaga dari bencana," ujar Kepala Balai TN Gunung Merbabu, Edy Sutiyarto.


Selain masyarakat dari desa penyangga, turut hadir Kasubdit Pencegahan Karhutla Direktorat PKHL, Kapolsek Ampel, Camat Ampel, serta komunitas masyarakat lainnya, antara lain Masyarakat Peduli Api, Masyarakat Mitra Polhut, Regu Pecinta Alam, UPK se-Boyolali dan Tim SAR.

Sementara, sampai 3 Desember 2017 malam, terlihat 1 hotspot di Kalimantan Selatan berdasarkan satelit NOAA. Sedangkan pantauan hotspot satelit TERRA AQUA (NASA) confidence level 80% atau lebih tidak menunjukkan adanya hotspot.

Dengan demikian, berdasarkan satelit NOAA untuk periode 1 Januari 3 Desember 2017, terdapat 2.556 hotspot di seluruh Indonesia, sehingga terdapat penurunan 1.234 hotspot (32,55%) dari tahun 2016. Penurunan sejumlah 1.454 titik (38,18%) juga ditunjukkan oleh satelit TERRA-AQUA (NASA) confidence level 80% atau lebih, yang mencatat 2.354 hotspot di tahun ini, sebelumnya di tahun 2016 tercatat 3.808 hotspot. [*]



#KLHK #KementerianLHK #Karhutla
BERITA TERKAIT
Cegah Karhutla sebagai Upaya Bela Negara
KLHK: Proper Dorong Ketaatan Perusahaan Sampai 92%
KLHK Tanamkan Generasi Muda Cinta Lingkungan
Litbang KLHK Raih Pusat Riset Unggulan 2018-2020
KLHK: Karhutla Harus Fokus pada Pencegahan
KLHK Bangun Pilot Project Reaktor Biomassa
RI Optimistis Kelola Ketahanan Iklim Bangsa

ke atas