MOZAIK

Kamis, 07 Desember 2017 | 00:03 WIB

Belajar Kehidupan dari Pemilik Teori Matematika

KH Ahmad Imam Mawardi
Belajar Kehidupan dari Pemilik Teori Matematika
(Foto: ilustrasi)
PYTHAGORAS merupakan tokoh pemikir yang kita kenal melalui teori matematikanya yang terkenal itu, yakni teori triple pythagoras. Beliau itu ternyata bukan saja ahli matematika yang setiap hari pekerjaannya hanya mengotak atik angka melainkan juga ahli hikmah yang selalu berbicara kebijakan hidup dengan cara yang simple, sesuai dengan semangat matematika.

Beliau paling tidak suka pada kejumudan, stagnansi, kebekuan tanpa gerak dan upaya untuk berubah menjadi lebih baik. Beliau berkata: "Wahai anak muda, jika engkau tidak sanggup menahan lelahnya belajar, engkau harus menanggung pahitnya kebodohan." Kalimat sederhana namun langsung memukul ke pusat kesadaran. Yang tak mau belajar, yang tak mau mengaji, adalah mereka yang merasa bangga menjadi orang bodoh.

Menjadi orang bodoh itu tidak pernah ada enaknya, walaupun secara lahiriyah hidupnya dipenuhi oleh tumpukan harta yang kalkulator pun kekurangan angka untuk menghitungnya. Orang bodoh seringkali menabrak nilai-nilai, hidup dalam keterbalikan, kecuali jika ia selalu mau berdampingan dengan orang-orang sempurna. Teori triple pythagoras mengajarkan seperti itu.


Keberpihakan pada kebenaran dan keadilan adalah tanda-tanda orang cerdas. Petuah Pythagoras: "Pilih olehmu menjadi pihak yang kalah tapi benar. Janganlah sekali-kali engkau menjadi pemenang tetapi dengan cara yang tidak benar, alias dzalim."

Saya tidak yakin bahwa kalimat ini dibuat Pythagoras sebagai nasehat pada peserta Pilkada, karena pada waktu itu belum ada pilkada. Namun semua peserta pilkada seharusnya setuju dan mau bersikap seperti petuah ini jika menginginkan aman dan bahagia.

Hanya orang bodoh yang memilih cara dzalim untuk menjadi pemenang. Hanya orang bodoh yang mendukung kedzaliman. Orang cerdas akan memilih yang adil, obyektif, berkualitas dan yang tak pernah ada bukti serta potensi berbuat kedzaliman. Salam, AIM. [*]
#PencerahHati #Pencerah Hati #AhmadImamMawardi
BERITA TERKAIT
Orang-orang Sedih itu ke Mana Harusnya Pergi?
Mengambil Pelajaran dari Cermin
Kesimpulan Keseluruhan Ilmu itu Apa?
Kuncinya ada pada Orang Kecil
Kampanye dan Dukungan Politik
Berbaik Sangka itu Penting
Ini Bukan Bahagia yang Sesungguhnya

ke atas