PASAR MODAL

Rabu, 06 Desember 2017 | 10:58 WIB

Rupiah Mundur Jelang Sahnya Reformasi Pajak AS

Rupiah Mundur Jelang Sahnya Reformasi Pajak AS
(Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta, Rabu (6/12/2017) pagi, bergerak melemah sebesar 10 poin menjadi Rp13.529 dibandingkan sebelumnya pada posisi Rp13.519 per dolar Amerika Serikat (AS).

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Rabu (6/12/2017) mengatakan bahwa mata uang rupiah tertahan pergerakannya seiring dengan mulai adanya optimisme akan pengesahan program reformasi pajak Amerika Serikat.

"Kepastian program reformasi pajak di Amerika Serikat itu mendukung dolar AS mengalami apresiasi," ucapnya.


Kendati demikian, menurut dia, pelemahan rupiah relatif terbatas seiring dengan masih adanya imbas positif dari data inflasi Indonesia yang cukup terjaga sesuai target pemerintah, yakni sebesar 4 persen dengan deviasi 1 persen.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat laju inflasi pada November 2017 sebesar 0,2 persen. Dengan demikian, tingkat inflasi tahun kalender Januari-November 2017 mencapai 2,87 persen dan inflasi tahunan (year on year) sebesar 3,3 persen.

Analis Monex Investindo Futures, Faisyal menambahkan bahwa pergerakan dolar AS dapat menguat dalam jangka pendek ini seiring kembali memanasnya risiko geopolitik di semanjung Korea, setelah AS mengadakan latihan perang bersama dengan Korea Selatan.

"Risiko geopolitik itu dapat mendorong permintaan aset 'haven' seperti dolar AS meningkat dan berimbas negataif pada mata uang di negara berkembang," tuturnya. [tar]
#Rupiah #RezaPriyambada #AristonTjendra
BERITA TERKAIT
Bursa Asia Tertekan Pelemahan Wall Street
Bursa Saham Eropa Bergerak Melemah
Deutshce Telecom Sepakat Beli Tele2
BPS: Rupiah Hijau 0,24% pada November 2017
CEO Airbus Niat Mundur di 2019
Kepercayaan Raksasa Bisnis Jepang Lagi Tinggi
Stabilitas Ekonomi Terjaga, Rupiah Pede

ke atas