NASIONAL

Rabu, 06 Desember 2017 | 11:18 WIB

Polri-New Zealand Kerja Cegah Perdagangan Manusia

Ahmad Farhan Faris
Polri-New Zealand Kerja Cegah Perdagangan Manusia
(Foto: istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Kabareskrim Polri Komjen Ari Dono Sukmanto melakukan kunjungan ke Markas Kepolisian Selandia Baru (New Zealand) di Wellington untuk bekerja sama dalam hubungan bilateral terutama soal penanggulangan kejahatan lintas negara termasuk kasus perdagangan manusia.

"Ada fenomena baru dari pelaku perdagangan manusia, saat ini lebih cenderung sebagai migran ekonomi," kata Ari Dono melalui keterangan tertulisnya, Rabu (6/12/2017).

Menurut dia, pola baru terus dilakukan oleh penyelundup manusia, salah satunya pada 9 Agustus 2017 dimana kapal berbendera Srilanka terdampar di Laut Nias Utara. Hasil pemeriksaan Satgas People Smuggling Bareskrim Polri, diketahui kapal penumpang berkewarganegaraan Srilanka sebanyak 33 itu menuju ke Selandia Baru.

"Itu yang diorganisir oleh penyelundup dari srilanka," ujarnya.

Pada 26 Oktober 2017, kata Ari Dono, sebanyak 41 orang asal Vietnam juga diselundupkan ke Selandia Baru. Namun, kapal tersebut yang mengangkut terdampar di Pulau Tablolong NTT.

"Kasus itu saat ini masih dalam proses penyidikan," jelas dia.


Menurut dia, koordinasi Indonesia dan Selandia Baru harus segera ditingkatkan utamanya intensifitas serta koordinasi harus segera diharmonisasi. Alhasil, hasil pertemuan antara Polri dengan Kepolisian Selandia Baru menjadi sinyal positif memberantas salah satu kejahatan HAM.

"Indonesia dan Selandia Baru sepakat meningkatkan upaya pendeteksian terkait para sindikat yang beroperasi di masing-masing wilayah. Selain itu juga, peningkatan kualitas dan kemampuan personel perdagangan manusia,"

Sementara Wakil Kepala Kepolisian Selandia Baru, Mike Clement memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepolisian Republik Indonesia atas capaian kerjasama dalam penanganan penyelundupan manusia (people smuggling).

"Kami (Selandia Baru) memiliki permasalahan yang sama untuk penyelundupan manusia dan kami berterima kasih atas kerjasama yang telah dilakukan bersama kedua negara," katanya.

Menurut dia, Selandia Baru menetapkan penyelundupan manusia adalah tindakan kriminal sehingga bila ada yang tertangkap harus segera dilakukan proses secara hukum.

"Tertangkap langsung dipenjara, meskipun lolos pastinya akan sulit mendapatkan status kewarganegaraan," tandasnya. [rok]
#Polri
BERITA TERKAIT
Tahun 2018, Korlantas Polri akan Perbaiki Kinerja
(Permudah Layanan Publik) Polres Minahasa Selatan Luncurkan Smart Minstra
Kapolri Akan Beri Penghargaan 4 Polisi Luar Negeri
Kapolri: Tak Ada Ancaman Teror Jelang Akhir Tahun
Kapolri Pimpin Vicon Soal Pangan
Polri Tangkap Tiga Terduga Teroris Di Jawa Timur
Polisi Pantau Terduga Teroris Ini Sejak 2014

ke atas