MOZAIK

Selasa, 12 Desember 2017 | 01:15 WIB

Dzikir dan Akhlak Mulia

KH Abdullah Gymnastiar
Dzikir dan Akhlak Mulia
(Foto: ilustrasi)
ALHAMDULILLAH. Segala puji hanya milik Allah Swt. Semoga Allah Yang Maha Memiliki seluruh alam ini, menggolongkan kita sebagai hamba-hamba-Nya yang meraih husnul khotimah. Sholawat dan salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhamamd Saw.

Saudaraku, kita mendambakan bisa menjadi pribadi yang berakhlak mulia mengikuti baginda Nabi Muhammad Saw. Nah, akhlak mulia itu sangat dipengaruhi oleh dzikrullah, semakin baik kualitas dzikir seseorang, semakin banyak dzikir seseorang, maka akan semakin sempurna akhlaknya. Orang yang dzikir secara alakadarnya paling hanya akan berakhlak saja, tidak mencapai kesempurnaan dan kemuliaan akhlak.

Dzikrulloh akan membuat akhlak menjadi ikhlas. Ada yang berbuat baik supaya dianggap orang baik. Ada yang berbuat baik supaya orang lain membalas kebaikannya. Ada yang berbuat baik supaya orang lain tidak berbuat jelek kepadanya. Ada yang berbuat baik supaya orang lain merasa berutang budi karena kebaikannya. Semua ini tidak termasuk akhlak mulia, karena akhlak mulia itu berkaitan dengan dzikrulloh yaitu ikhlas.


Sulit sekali orang menjadi ahli syukur kalau tidak dzikir, karena sesungguhnya segala nikmat berasal dari Allah Swt. Sulit sekali orang bisa sabar jikalau tidak dzikir, karena sesungguhnya orang yang sabar itu adalah orang yang bisa menahan diri dan memilih yang Allah sukai. Jadi, orang yang kurang dzikir maka akan kurang sempurna akhlaknya. Meskipun dia bisa berbuat baik, tapi pasti tidak mencapai pada kemuliaan akhlak.

Allah Swt berfirman,Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang. Dialah yang memberi rahmat kepadamu dan malaikat-Nya (memohonkan ampunan untukmu), supaya Dia mengeluarkan kamu dari kegelapan kepada cahaya (yang terang). Dan adalah Dia Maha Penyayang kepada orang-orang yang beriman.(QS. Al Ahzab [33] : 41-43)

Oleh karena itu, marilah kita senantiasa mendawamkan dzikir dan istiqomah menjadikan dzikir bagian yang tak terpisahkan dari aktifitas kita sehari-hari. Semoga kita menjadi orang-orang yang berakhlak mulia dan istiqomah dalam kesempurnaan akhlak.Aamiin yaa Robbalaalamiin. [*]
#InilahKehidupan #TausyiahKehidupan #AaGym
BERITA TERKAIT
'Memperbaiki' Syahadat
Antara Yakin dan Ragu
Agar Amal Terasa Nikmat
Buah Dzikrulloh
Jangan Sibuk dengan Penilaian Makhluk
Tiada Terlambat untuk Belajar
Kemampuan Memilih

ke atas