DUNIA

Rabu, 06 Desember 2017 | 21:09 WIB

Pesawat Pembom AS Dekati Korea Utara

Pesawat Pembom AS Dekati Korea Utara
(Foto: istimewa)
INILAHCOM, Seoul -- Tensi politik dan keamanan di Semenanjung Korea kian memanas setelah pesawat-pesawat pembom AS, B-1B Lancer hari Rabu (06/12/2017) terbang rendah di atas Semenanjung Korea.

Kehadiran pesawat-pesawat pembom B-1B Lancer di dekat perbatasan dengan Korea Utara itu sebagai upaya unjuk kekuatan bahwa militer AS dan Korea Selatan siap melakukan pembalasan mematikan terhadap ancaman nuklir dan misil Korea Utara.

Militer AS dan Korea Selatan melakukan latihan militer bersama selama lima hari sejak Senin lalu dengan sandi "Vigilant Ace" di tengah ketegangan yang meningkat dengan Korea Utara.

Sekitar 12.000 tentara AS, termasuk dari Angkatan Darat dan Laut, bergabung dengan pasukan Korea Selatan dalam latihan bersama ini.


VOA yang mengutip Kantor Berita Korea Selatan, Yonhap melaporkan, latihan tahunan yang melibatkan sejumlah besar generasi baru jet tempur siluman AS itu berlangsung setelah Korea Utara melakukan ujicoba misi antar benua yang kemungkinan memiliki kemampuan menjangkau wilayah Pantai Timur Amerika.

Ketegangan yang semakin memanas itu membuat utusan politik PBB, Jeffrey Feltman mengunjungi Pyongyang untuk berdialog.

Ketegangan di Semenanjung Korea mulai meningkat sejak peluncuran rudal oleh Korea Utara pada akhir bulan lalu, yang memicu kecaman internasional, termasuk ancaman AS.

Namun, Korea Utara mengatakan AS memprovokasi adanya perang nuklir dengan melakukan latihan perang udara terbesar bersama Korea Selatan.

"Apakah semenanjung Korea dan dunia harus terperangkap dalam perang nuklir karena AS yang gila perang. AS harus bertanggung jawab penuh (jika terjadi perang)," bunyi pernyataan Kementerian Luar Negeri Korea Utara. [lat]
#semenanjung #korea #tegang
BERITA TERKAIT
Hindari Perang, Korut Siap Komunikasi PBB
Bunuh Politisi, Menteri India Raib
Dor! Tentara Israel Tembak Mati 4 Palestina
Puluhan Ribu Anak Dirundung Seksual di Australia
PM Israel dengan Sederet Tudingan
Cewek New York Kirim Uang ke ISIS
Pimpinan Hamas Dituduh Rencanakan Culik Yahudi

ke atas