DUNIA

Kamis, 07 Desember 2017 | 14:11 WIB

Jumlah Gelandangan di AS Meningkat Tajam

Didi Prambadi
Jumlah Gelandangan di AS Meningkat Tajam
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Los Angeles - Populasi gelandangan di seluruh Amerika Serikat meningkat cukup tinggi tahun 2017 ini akibat tingginya harga sewa rumah dan harga kebutuhan yang merambat naik.

Kantor berita Associated Press melaporkan Rabu (6/12/2017), Departemen Perumahan dan Pengembangan Urban mencatat sekitar 554 ribu gelandangan pada 2017. Naik satu persen dibandingkan tahun 2016 atau naik 9% dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Dari jumlah tersebut, 193 ribu di antaranya tidak dapat ditampung di rumah-rumah penampungan warga miskin. Sehingga mereka terpaksa tinggal di tenda, kendaraan, jalanan dan tempat lain yang dapat dihuni.


Jumlah terbanyak tinggal di Pantai Barat AS, seperti di Los Angeles dan kota-kota lain. Sehingga 10 pemerintahan kota di Pantai Barat menyatakan diri sebagai Kota Darurat sejak 2015. Data itu didukung oleh pengalaman penduduk di Negara Bagian Washington, California dan Oregon yang melihat semakin menjamurnya tenda-tenda yang dibangun para tunawisma di sepanjang sungai dan jembatan di bawah jalur bebas hambatan.

Jumlah kaum tunawisma di tiga negara bagian itu, meningkat 14 persen dalam dua tahun terakhir. Pemerintah setempat tidak mampu menyediakan tempat penampungan bagi para tunawisma yang jumlahnya melejit hingga 108 ribu orang.

Sementara itu, Los Angeles County yang menjadi pusat krisis gelandangan, dijejali oleh 55 ribu tunawisma yang tidak mampu ditampung di rumah-rumah penampungan tunawisma. Padahal tahun 2016 hanya berjumlah 13 ribu orang. Bahkan di New York, kota megapolitan yang terkenal dihuni orang-orang terkaya dunia itu, terdapat 76 ribu tunawisma yang harus hidup di bawah jembatan dan tepi jalan karena kekurangan tempat penampungan.

Yang paling mengkhawatirkan, berjangkitnya penyakit Hepatitis A di antara gelandangan di Los Angeles, Santa Cruz dan San Diego. Gaya hidup yang jorok oleh 5 ribu orang tunawisma yang hidup di tiga kota itu, diduga menjadi penyebab penyebaran penyakit menular tersebut. Apalagi, ketiga kota itu menjadi tujuan utama bagi wisatawan asing dan lokal.
#AS #ImigranAS
BERITA TERKAIT
Larangan Masuk Warga Muslim Mulai Diterapkan di AS
Pengurangan Buruh Asing Pukul Bisnis Konstruksi AS
Jumlah Imigran Gelap Penerobos Perbatasan Menurun
AS Terima 9,3 Juta Imigran Selama Satu Dekade
Bunuh Politisi, Menteri India Raib
Dor! Tentara Israel Tembak Mati 4 Palestina
Puluhan Ribu Anak Dirundung Seksual di Australia

ke atas