DUNIA

Kamis, 07 Desember 2017 | 14:42 WIB

Pengurangan Buruh Asing Pukul Bisnis Konstruksi AS

Didi Prambadi
Pengurangan Buruh Asing Pukul Bisnis Konstruksi AS
(Foto: Ilustrasi)
INILAHCOM, Washington DC - Pemerintahan Presiden Donald Trump diam-diam mengurangi pekerja asing yang mengantongi surat izin Temporary Protection for Foreign Workers, TPS yang semula berjumlah sekitar 300 ribu orang.

NPR News mengabarkan Rabu (6/12/2017), selama beberapa puluh tahun mereka kebanyakan bekerja di bidang pertanian dan industri konstruksi. Sekitar 50 ribu orang misalnya, bekerja di industri konstruksi di negara-negara bagian Texas, Florida dan California, yang baru saja mengalami bencana badai angin ribut dan kebakaran hutan.

Bulan lalu, Trump mencabut surat izin TPS 53 ribu pekerja kasar dari Haiti dan Nicaragua. Tahun depan, Pemerintah Trump juga akan mencabut 200 ribu warga Salvador. Menurut NPR News, langkah itu diambil Trump untuk memberi kesempatan bagi para pekerja AS yang mengaku porsi pekerjaan mereka telah diambil imigran asing.


Namun banyak pihak yang memperkirakan, hal itu akan merugikan ekonomi AS. Alex Nowrasteh, pengamat kebijaksanaan imigrasi di Cato Institute menjelaskan, penghentian TPS tidak ada hubungannya dengan ekonomi AS. Para pekerja kasar itu tidak berkompetisi dengan pekerja AS, kata Alex. Sebab, menurutnya, justru ekonomi AS terbantu dengan kehadiran para pekerja kasar itu. Banyak perusahaan konstruksi yang butuh mereka, sambungnya.

Selain itu, para imigran itu membayar pajak dan tidak mendapatkan tunjangan kesehatan atau bantuan kupon makanan. Kalau mereka diusir, produksi industri konstruksi juga akan berkurang. Otomatis, keuntungan di bidang konstruksi AS juga akan merosot, kata Alex Nowrasteh.

Pendapat yang sama juga diutarakan Mike Holland. Kepala opearsional Marek, sebuah perusahaan konstruksi komersial dan perumahan ini mempekerjakan 2000 karyawan dan 4 ribu kontraktor. Saya benar-benar kaget. Kalau izin kerja TPS mereka dicabut, kami juga terkena dampaknya. Kami kesulitan mencari tenaga kerja kasar yang tangguh dan punya kemampuan handal, kata Mike Holland.

#AS #ImigranAS
BERITA TERKAIT
Larangan Masuk Warga Muslim Mulai Diterapkan di AS
Jumlah Gelandangan di AS Meningkat Tajam
Jumlah Imigran Gelap Penerobos Perbatasan Menurun
Turki Siap Buka Kedubes di Yerusalem Timur
Agen Makelar Korut untuk Indonesia Ditangkap
Progam Rahasia Pentagon Terbongkar
(Promosi dari Raja Maha Vajiralongkorn) Wanita Thailand Dapat Jenderal Bintang Khusus

ke atas