PASAR MODAL

Kamis, 07 Desember 2017 | 15:20 WIB

Sahamnya Meroket, Ini Kata Bos RBMS

Sahamnya Meroket, Ini Kata Bos RBMS
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) pernah menghentikan alias suspensi perdangangan saham PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS).

BEI melakukan suspensi lantaran telah terjadi peningkatan harga kumulatif yang signifikan pada saham RBMS.

Tercatat, pada tanggal (30/11/2017) lalu, harga saham RBMS berada pada Rp320 per saham. Padahal, akhir Oktober lalu, harga saham RBMS baru Rp94 per saham. Artinya dalam sebulan, harga saham RMBS naik 3,4 kali lipat.

Lantas apa yang menyebabkan saham RBMS meroket tajam, Direktur Utama RBMS Richard R Wiriahardja mengatakan tidak tahu persis kenapa saham perseroannya bisa meroket tajam.

"Nah itu saya enggak tau, saya bilang bursa (BEI) buktikan aja kalo memang ada saya terlibat," kata Richard usai Public Expose Insidentil Perseroan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (7/12/2017).


Namun yang pasti kata dia, meroketnya saham RBMS memang karena kinerja perusahaan yang memang baik dan direspons oleh investor dengan positif juga.

"Kinerja memang membaik, saya rasa investor udah mulai pintar membaca, kalo lihat harga sampe hari ini masih under booked value," katanya.

"Itu yang mungkin dibaca. Layangan lagi naik sendiri, angin lagi bagus. ya sekalian kita lakukan corporation action," tambahnya.

Namun sejak tanggal 4/12/2017 BEI kembali membuka gembok perdagangan saham PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS). Saham RBMS bisa diperdagangkan mulai sesi I hari ini.

"Suspensi atas perdagangan saham PT Ristia Bintang Mahkotasejati Tbk (RBMS) di pasar reguler dan pasar tunai dibuka kembali mulai perdagangan sesi I tanggal 5 Desember 2017," ungkap Donni Kusuma Permana, PH Kadiv Pengawasan Transaksi, dalam pengumuman bursa. [jin]
#RBMS #Suspensi
BERITA TERKAIT
Rupiah Lesu Darah Antisipasi Suku Bunga Fed
Kimia Farma Bagikan Dividen 30% dari Laba
IHSG Respons Fundamental Ekonomi Domestik
Keloyoan Harga Komoditas Gerus Bursa Sydney
Kerugian Wall Street Jadi Bumerang di Bursa Tokyo
Awali Sesi I, IHSG Merah 9,43 Poin ke 6.346
Ekspektasi Inflasi Naikan Hasil Obligasi AS

ke atas