DUNIA

Kamis, 07 Desember 2017 | 22:02 WIB

Timteng Diambang Kerusuhan

Timteng Diambang Kerusuhan
(Foto: istimewa)
INILAHCOM, Kota Gaza -- Situasi keamanan di Timur Tengah semakin mencekam, khususnya di kawasan Palestina dan Israel. Timur Tengah benar-benar di ambang kerusuhan.

Tensi kemarahan yang tinggi warga Palestina dan negara-negara Arab lainnya di kawasan itu terjadi setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan pengakuan Negara Adidaya itu atas Yerusalem sebagai ibu kota Israel, lalu segera memindahkan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.

Faksi Hamas Palestina hari Kamis (07/12/2017) menyerukan rakyat Palestina, umat muslim, dan dunia Arab untuk melawan keputusan Trump tersebut dengan cara intifada dan perlawanan lain.

Pemimpin Hamas yang baru terpilih Mei lalu, Ismail Haniyeh menyatakan bahwa keputusan Trump itu telah membunuh proses perdamaian Palestina-Israel.

Haniyeh mengatakan, pada hari Jumat (08/12/2017) Hamas akan berunjuk rasa besar-besaran dengan menyebut sebagai Hari Kemarahan atas keputusan Trump.

Berbarengan dengan situasi yang semakin memanas militer Israel mengerahkan pasukan mereka ke wilayah yang diduduki di Tepi Barat. Mereka juga mengerahkan intelijen tempur dan pertahanan territorial.


Presiden Trump hari Rabu (06/12/2017) waktu setempat, atau Kamis (07/12/2017) dinihari WIB secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Isu pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel menjadi sorotan luas karena selama ini, Israel dan Palestina saling klaim Yerusalem sebagai ibu kota masing-masing negara.

Israel merebut Yerusalem saat perang Timur Tengah pada 1967. Namun masyarakat internasional tak mengakuinya.

Sejak Trump menjadi Presiden AS rencana pengakuan Yerusalem sebagai ibu kota Israel seringkali disampaikan. Juni lalu dia sempat menangguhkan dan Desember ini adalah batas waktu baginya untuk memutuskan.

UU Pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem diteken tahun 1995. Namun semua Presiden AS diberikan hak untuk menangguhkan setiap enam bulan sekali. Semua Presiden AS sebelumnya tidak berani menandatangani pemindahan tersebut. Pasalnya, isu ini sangat rawan yang bisa menyulut ketegangan baru di Timur Tengah. [lat]

#KedubesAS #Telaviv #yerusalem
BERITA TERKAIT
Dor! Tentara Israel Tembak Mati 4 Palestina
Gara-gara Ulah Trump, New York Dibom
(Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel) Klaim PM Israel Ditolak Uni Eropa
AS Keki Ditolak Bertemu Presiden Palestina
Jokowi Lawatan ke LN Lawan Keputusan Trump
Ramai-ramai Menolak Wapres AS di Timteng
Muslim dan Yahudi AS Bersatu Tolak Trump

ke atas