NASIONAL

Kamis, 07 Desember 2017 | 22:43 WIB

Jaksa Sebut Novanto Diperkaya dari Kasus e-KTP

Indra Hendriana
Jaksa Sebut Novanto Diperkaya dari Kasus e-KTP
Ketua DPR RI Setya Novanto (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPR RI Setya Novanto diduga ikut diperkaya dalam kasus dugaan korupsi e-KTP. Hal ini diungkapkan Jaksa KPK dalam sidang tuntutan dengan terdakwa Andi Agustinus alias Andi Narogong.

"Perbuatan terdakwa telah menguntungkan Setya Novanto melalui Irvanto Hendra Pambudi sebesar 7 juta dolar AS," kata jaksa Abdul Basir saat membacakan surat tuntutan di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (7/12/2017).

Jaksa menjelaskan, penyerahan uang senilai USD 7 juta tersebut disalurkan melalui keponakannya, Irvanto Hendra Pambudi. Sedangkan uang itu diberikan melalui pengusaha Made Oka Masagung.

Kemudian, Ketua Umum Partai Golkar itu juga diperkaya dengan diberikan jam tangan merek Richard Mile. Jam tangan senilai USD 135.000 tersebut diberikan oleh Andi dan pengusaha Johannes Marliem.

Selain itu dalam persidangan juga terungkap Novanto meminta agar jatah untuk dirinya diberikan melalui pengusaha Made Oka Masagung. Jaksa menduga mekanisme penyerahan uang telah diatur sedemikian rupa agar uang tersamarkan.

"Hal ini sebagai upaya agar kejahatan tidak dapat teridentifikasi," ujar jaksa.


Menurut jaksa, meski Made Oka Masagung dalam persidangan tidak dapat memastikan soal aliran uang yang jumlah totalnya mencapai USD 7 juta, pembuktian dapat diyakini melalui bukti-bukti transfer uang.

Pertama, rekening koran OCBC Bank Singapura dan rekening koran Delta Energy. Dalam bukti transaksi tersebut, terbukti adanya penarikan uang oleh Made Oka, tiga hari setelah menerima transfer uang.

Menurut fakta sidang, PT Biomorf yang menjadi rekanan konsorsium pelaksana e-KTP mengirim uang 3,5 juta dollar AS tersebut kepada rekening Made Oka Masagung di Singapura.

Sementara itu, bukti perbankan juga membuktikan adanya transfer uang dari PT Quadra Solutions kepada rekening Made Oka Masagung di Singapura. PT Quadra merupakan salah satu perusahaan anggota konsorsium.

Menurut jaksa, keterangan yang menyebut bahwa uang dari PT Quadra itu adalah uang investasi saham, tidak benar dan tidak terbukti. Menurut Basir, rekening koran menunjukan tidak ada uang yang digunakan untuk pembelian saham.

Bahkan, menurut jaksa, pada 2014 Made Oka mengembalikan uang kepada Anang Sugiana Sudihardjo (Dirut PT Quadra) melalui sumber yang berbeda. Pengembalian dilakukan setelah KPK membuka penyidikan kasus e-KTP.

"Seolah jual-beli saham, menurut jaksa, itu hanya upaya menyamarkan asal-usul," kata Basir. [ton]
#SetyaNovanto #KPK #KasusEKTP
BERITA TERKAIT
KPK Bakal Tunggu Kicauan Nazar Soal e-KTP
Fadel: Calon Ketua DPR Harus Restu dari Airlangga
KPK Buru Pihak Lain Selain Novanto di Kasus e-KTP
Novanto Jawab Tantangan KPK di Sidang Selanjutnya
Ketua DPR, Fadli Yakin Golkar Pilih Kader Terbaik
Masih Umroh, Mantan KSAU Tak Penuhi Panggilan KPK
Jika Berpura-pura, Novanto Terancam Hukuman Berat

ke atas