EKONOMI

Jumat, 08 Desember 2017 | 08:09 WIB

Untuk Holding BUMN Energi, Parlemen Langsung Oke

Untuk Holding BUMN Energi, Parlemen Langsung Oke
Wakil Ketua Komisi VII DPR Syaikhul Islam Ali. (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Pepatah beda rambut berbeda kepala ternyata berlaku di holding BUMN. Kalau holding BUMN Tambang banyak dikritik, rencana holding BUMN energi malah didorong kencang.

Wakil Ketua Komisi VII DPR Syaikhul Islam Ali, mendorong pembentukan holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) energi yang bertujuan mulia, yakni meningkatkan daya saing.

"Semua langkah untuk memperkuat BUMN sangat kami dukung, kami sangat apresiasi," kata Syaikhul yang juga Ketua Panja Minerba Komisi VII DPR dalam rilis kepada media di Jakarta, Kamis (7/12/2017).


Legislator asal Jawa Timur ini meminta pemerintah untuk segera mewujudkan Holding BUMN energi yang punya peran strategis. Holding Energi bisa dilakukan dengan menggabungkan Pertamina, PGN dan PLN sekaligus.

"Kalau bisa selanjutnya adalah Holding BUMN energi, Pertamina, PGN dan PLN harus dibuat holding juga. Kalau cuma Holding Migas, Pertamina dan PGN yang digabung bisa kontraproduktif. PLN harus gabung, karena di lapangan kepentingan tiga BUMN ini saling terkait. Tidak bisa salah satu ditinggal," jelasnya.

Lanjut dia, Komisi VII DPR saat ini sedang merivisi RUU Minyak dan Gas (Migas) dimana persoalan Holding Energi telah menjadi isu yang serius, termasuk wacana Holding BUMN Energi.

"Dalam pembahasan RUU Migas wacana holding BUMN energi menjadi persoalan serius. Kami sih berharap nantinya holding yang dilakukan Kementerian BUMN tidak berseberangan dengan Undang-undang Migas yang baru," katanya. [tar]
#Holding #BUMN #DPR
BERITA TERKAIT
Persiapan Nataru 2018, DPR Apresiasi Menteri Budi
Pertamina Dilarang Beri Ganti Rugi Penambang Liar
Kelangkaan LPG 3 Kg, DPR Minta Perketat Pengawasan
Awasi Pupuk Palsu, Petrokimia Bentuk Tim Khusus
Mudik Natal & Tahun Baru, DPR Tantang Menhub Budi
Rini Soemarno Pede Holding BUMN Migas Awal 2018
DPR Kritik Keras Resolusi Sawit Uni Eropa

ke atas