EKONOMI

Sabtu, 09 Desember 2017 | 03:29 WIB

Dalam Sebulan Cadev November 2017 Tergerus Rp7,83T

Dalam Sebulan Cadev November 2017 Tergerus Rp7,83T
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Agusman, (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Cadangan devisa akhir November 2017 longsor US$580 juta. Atau setara Rp7,83 triliun (kurs Rp13.500/US$).

Sehingga cadev pada akhir November 2017 menjadi US$125,97 miliar dari bulan sebelumnya sebesar US$126,55 miliar. Kemerosotan ini lantaran pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan operasi moneter guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Agusman, mengatakan, jumlah tersebut cukup untuk membiayai 8,4 bulan impor atau, 8,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.


"Dengan jumlah itu cadangan devisa mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan," ujar Agusman di Jakarta, Jumat (8/12/2017).

BI mencatat penurunan cadangan devisa juga dipengaruhi merosotnya penempatan valas perbankan di BI karena kebutuhan pembayaran kewajiban valas penduduk.

Bank Sentral mengatakan akan terus menjaga kecukupan cadangan devisa agar mampu menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Hal tersebut, ujar Agusman, didukung oleh kondisi perekonomian domestik yang membaik, kinerja ekspor yang positif, dan perkembangan pasar keuangan global yang kondusif. [tar]
#Cadev #BI #UtangLuarNegeri #Devisa
BERITA TERKAIT
Transmigrasi dan Sawit Dorong Pemekaran Wilayah
Sebentar Lagi, Riau Punya Jalan Layang 425 Meter
Impor Beras Itu Cerdik Tapi 'Sadis'
DPR: Bu Rini, Ada Apa Dengan Akuisisi Pertagas?
Jokowi Buka Replanting Sawit Pertama 2018 di Riau
Inilah Jadwal Terbaru Kereta Api Bandara Soetta
Catat, Basuki Ingin Rampungkan 9 Bendungan Ini

ke atas