PASAR MODAL

Selasa, 26 Desember 2017 | 15:15 WIB
Highlight

Eropa Perketat Penggunaan Data Nasabah Bank

Wahid Ma'ruf
Eropa Perketat Penggunaan Data Nasabah Bank
(Foto: Istimewa)


INILAHCOM, London - Pada tanggal 8 Januari 2018, bank-bank yang beroperasi di Uni Eropa akan dipaksa untuk membuka data pelanggan mereka yang dijual ke pihak ketiga, harus dengan persetujuan pelanggan.

Bank telah lama mendapatkan keuntungan dalam hal data pelanggan mereka, dari giro ke kartu kredit, kreditor yang sudah mapan memiliki akses ke sejumlah besar informasi yang hanya bisa diharapkan oleh pesaing teknologi keuangan (fintech). Di Eropa, semua bisa berubah.

Anggota parlemen Uni Eropa berharap agar pengenalan Petunjuk Layanan Pembayaran yang direvisi (PSD2) akan memberi kesempatan kepada perusahaan non-perbankan untuk bersaing dengan bank dalam bisnis pembayaran dan memberi konsumen pilihan lebih atas produk dan layanan keuangan.


Otoritas Persaingan dan Pasar Inggris (CMA) telah menetapkan rencana serupa untuk memungkinkan pelanggan membagikan datanya kepada bank lain dan pihak ketiga. Dengan persetujuan pelanggan, bank-bank di Inggris akan diminta untuk memberikan akses kepada pengguna pihak ketiga yang berwenang ke data rekening giro.

Peraturan tersebut merupakan bagian dari transisi konseptual yang dikenal sebagai "open banking." Dalam kerangka perbankan terbuka, para pendukung mengatakan, perusahaan non-perbankan - dari perusahaan sebesar Amazon dan IBM untuk memulai - akan dapat menciptakan produk keuangan baru dengan memanfaatkan data bank.

#BursaSaham #DolarAS #IHSG
BERITA TERKAIT
Investor Proyeksikan Kinerja Emiten Kinclong
Wall Street Berpotensi Bergerak Terbatas
IHSG Berakhir Cuan 28,1 Poin ke Posisi 6.472
Bursa Saham Eropa Naik Terinspirasi Dow Jones
Inilah Makna Dubes Kanada Sambangi Bos BEI
Bulan Depan, BEI Pindahkan Engine Bursa
Tutup Sesi I, IHSG Beruntung 23,6 Poin ke 6.468

ke atas