MOZAIK

Jumat, 05 Januari 2018 | 00:02 WIB

Belajar Hidup dari Fakta Kehidupan

KH Ahmad Imam Mawardi
Belajar Hidup dari Fakta Kehidupan
(Foto: ilustrasi)
PERNAHKAH menonton film "Batman Begins" yang dibuat pada 2005 itu? Kadang saat saya ada dalam pesawat dengan durasi perjalanan panjang, saya sempatkan menonton beberapa film yang disajikan. Untuk membunuh waktu. Itulah alasan utamanya. Mencari hikmah dari apa yang ada di benak orang lain, terutama sutradara. Itu alasan lainnya.

Di dalam film "Batman Begins" yang panjangnya sampai 2 jam 20 menit itu ada dialog: "Kenapa kita jatuh, Tuan? Supaya Kita belajar bagaimana caranya untuk bangkit lagi." Bagi saya, setiap film itu pasti menitipkan pesan pada para penontonnya. Film yang baik, menurut saya, adalah film yang memberikan sentuhan rasa dan mengajarkan hakikat kehidupan.

Bacalah kembali dialog pendek yang saya kutip tadi. Ternyata, ada hikmah besar di balik ketidaknyamanan hidup. Tuhan begitu cerdas melatih hambaNya untuk menjadi terus hidup. Salah satu cara yang paling utama melatih hambaNya adalah dengan ujian, derita, kesedihan dan keterpurukan.

Cobalah direnungkan dalam-dalam firman Allah QS Al-Insyirah ayat 5-6. Baca pula QS At-Thalaq ayat 7. Kisah hidup akan selalu berganti. Ternyata tak ada kesulitan yang tetap saja sepanjang zaman tak berubah. Ternyata tak ada kesedihan yang bertahan abadi sebagai kesedihan. Jangan mengeluh dan menjual keluhan. Mengeluh terus bisa jadi bermakna menghina skenario Allah tentang kehidupan.

Tak usah terlalu ditangisi ketaknyamanan hidup yang terjadi. Move on saja pada kisah lainnya. Tersenyumlah dan bersyukurlah dalam hidup. Syarat terpentingnya adalah QS At-Thalaq ayat 3. Tawakkal kepada Allah dan tidak melawan takdirNya. Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #Pencerah Hati #AhmadImamMawardi
BERITA TERKAIT
Meneliti Kembali Laku Diri Agar Tak Tertipu
Serba-serbi Haji (26): Revolusi Industri 4.0 Haji
Segala Mimpi dan Harapan itu Mudah Bagi Allah
Mana yang Utama, Bertasbih atau Beristighfar?
Ikhlas adalah Kunci Utama Bahagia
Serba-serbi Haji (25): Sinergi Harapan dan Doa
Serba-serbi Haji (24): Keliling Akhirat Jetlag?

ke atas