DUNIA

Kamis, 04 Januari 2018 | 12:33 WIB

Singapura Larang Putar Film Perjuangan Palestina

Didi Prambadi
Singapura Larang Putar Film Perjuangan Palestina
(Foto: Variety.com)

INILAHCOM, Singapura - Pemerintah Singapura melarang pemutaran film 'Radiance of Resistance' yang sedianya akan diputar dalam Festival Film Singapura Palestina, di gedung bioskop independen, The Projector, Kamis (4/1/2018).

Variety.com mengabarkan, The Info-communication Media Development Authority, IMDA juga menetapkan film itu sebagai film yang dilarang dipertunjukkan di setiap klasifikasi. Artinya film 'Radiance of Resistance' berisi dokumentasi perjuangan rakyat Palestina di mata dua bocah itu, dilarang diputar di seluruh Singapura. Alasannya, Film tersebut berisi narasi yang cenderung menyudutkan satu pihak, yang dapat menimbulkan ketidak harmonisan antar ras dan agama di Singapura, bunyi pernyataan IMDA.

Sementara itu, Badan Sensor Singapura juga melarang pemutaran tiga film lainnya diputar di festival tersebut. Tiga film itu adalah 'The Nameless Boy' karya sutradara Indonesia, Diego Batara Mahameru, juga film 'The Venerable W' karya sutradara Barbet schroeder serta film 'Shadows o Fiendish Ancestress and Occasionally Parajanov on Durian Cialis' karya sutradara Singapura Chew Tzr Chuan. Padahal ketiga film itu telah terdaftar dalam festival tersebut.

Film 'Radiance of Resistance' karya sutradara AS Jesse Roberts, mengupas konflik Palestina-Israel melalui mata dua bocah. Film dokumenter itu memusatkan cerita keluarga Tamimi, dan dua gadis yang mewakili perlawanan kaum Palestina. Dalam film tersebut para aktivis Palestina tetap melakukan perlawanan melawan penindasan Israel.

Pemerintah Singapura yang mendukung solusi dua negara, menilai film 'Radiance' condong berpihak ke warga Palestina dan tidak bersikap seimbang terhadap Israel.

#Singapura #Palestina
BERITA TERKAIT
Israel Tutup Sekolah Palestina di Tepi Barat
Kanada Legalkan Ganja
Bangladesh Hukum Media "Rugikan Umum"
AS Terapkan Sanksi Jaringan Garda Revolusi Iran
Klaim Kerja, China Tahan Massal Muslim Uighur
Warga Inggris Benci Umat Muslim
Jerman Lepaskan Terpidana Serangan 911

ke atas