MOZAIK

Selasa, 09 Januari 2018 | 00:08 WIB

Qais, Utang dan Kedermawanan

KH Ahmad Imam Mawardi
Qais, Utang dan Kedermawanan
(Foto: Ilustrasi)

QAIS bin Sa'd bin Ubadah adalah seorang dermawan yang meminjamkan uangnya kepada banyak orang. Suatu hari beliau jatuh sakit dan bertanya pada keluarga yang mendampinginya: "Mengapa kok tidak ada orang yang menjengukku saat sakit begini?"

Orang yang mendampinginya menjawab: "Orang-orang itu banyak yang malu datang ke sini karena tanggungan utangnya belumlah lunas kepada tuan." Qais kemudian berkata: "Allah tidak suka sama sekali pada harta yang mencegah atau menghalangi orang untuk berkunjung."

Qais kemudian memanggil seseorang untuk mengumumkan bahwa siapa saja yang memiliki utang kepada beliau maka saat itu pula dinyatakan bebas tanpa bayar. Luar biasa Qais. Lalu apa yang terjadi? Sore harinya begitu banyak orang yang datang berkunjung ke rumah Qais untuk menjenguknya. Dari banyaknya, pintu rumahnya sampai pecah.

Apa hikmah dari kisah tersebut? Pertama, harta yang membuat kita dijauhi banyak orang adalah harta yang tidak baik. Kedua, memiliki utang, termasuk utang jasa, sangat mungkin menjadi beban psikologis yang memberatkan. Ketiga, dermawan itu disuka Allah dan dicinta manusia. Salam, AIM. [*]

#PencerahHati #Pencerah Hati #AhmadImamMawardi
BERITA TERKAIT
Kisah Terindah
Membunuh Waktu Mengais Hikmah dari Senior
Mengkritik Imam Al-Ghazali yang Tak Pernah Perang
Haruskah Kita Ikuti Kisah Sukses Orang Lain?
Waktu adalah Uang
Menghormati, Menghargai dan Tak Menyakiti
Berbekallah untuk Perjalananmu

ke atas