EKONOMI

Jumat, 05 Januari 2018 | 10:11 WIB

Tahun Ini, Target Rasio Inklusi Keuangan 70%

Tahun Ini, Target Rasio Inklusi Keuangan 70%
(Foto: Inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengklaim, rasio keuangan inklusif mencapai 63% dari total penduduk Indonesia di akhir 2017.

Hal itu disampaikan Wimboh usai Rapat Koordinasi Strategi Nasional Keuangan Inklusif (SNKI) di Jakarta, Kamis (4/1/2018). Dia mengaku optimis di akhir 2018, rasio keuangan inklusif bisa 70%. Selanjutnya pada 2019, rasio keuangan inklusif bisa semakin dikerek di level 75%. "Kalau 2019 target kami 75 persen, dan sekarang 63 persen. Ya di akhir tahun 2018 sudah di angka 70 persen, kami yakin," ujar Wimboh.

Dalam rakor yang dipimpin Menko Perekonomian Darmin Nasution, dihadiri pula Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo, dan Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo.

Wimboh menjabarkan sejumlah strategi pemerintah, BI dan OJK dalam menggenjot keuangan inklusif. Yakni mengoptimalkan layanan teknologi untuk memperluas produk dan jasa keuangan ke berbagai kelompok masyarakat.


"Teknologi harus diperluas jangkauannya dengan teknologi seluler 4G. Jadi bagi daerah-daerah yang tidak dapat sinyal, jangkauannya akan lebih luas lagi," ujar Wimboh.

Strategi peningkatan keuangan inklusif juga akan melibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil di berbagai daerah untuk memutakhirkan data penduduk yang belum memiliki produk dan jasa keuangan.

"Bisa juga program di mana akses sektor keuangan tersebut tidak hanya dari tabungan tetapi juga dari kreditnya, seperti kredit usaha rakyat (KUR) atau kredit kecil lainnya, bisa diidentifikasi dengan baik masyarakat mana," ujar Wimboh.

Gubernur BI Agus Martowardojo bilang, distribusi bantuan sosial (bansos) berskema nontunai pada 2017, turut memperluas akses produk dan jasa keuangan ke masyarakat di berbagai daerah. "Pada 2018, jumlah penerima Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 6 juta sasaran dan akan meningkat menjadi 10 juta sasaran," ujar Agus.

Kementerian Komunikasi dan Informatika, kata Agus, berencana memperbanyak infrastruktur teknologi 4G di berbagai daerah. "Kalau yang 4G sudah di atas 50 persen di Indonesia, ini akan bisa membantu strategi keuangan inklusif kita," ujar Agus. [tar]
#OJK #InklusiKeuangan #BankIndonesia
BERITA TERKAIT
(Nasabah Diharap Tenang) OJK Cabut Izin BPR Sambas Arta Singkawang
Survei BI Indikasikan Optimisme Ekonomi RI
Bos BI Ngaku Paling Siap Hadapi Perang Dagang AS
Kuartal II-2018, Bos BI Ramalkan CAD Makin Kuat
Bermotif Politik, BLBI Inkrah Dihidupkan Lagi
Cadev Tergerus US$3,1 M, Rupiah Tetap Saja Lemah
Jangan Hanya Penikmat tapi Pemain Utama Syariah

ke atas