EKONOMI

Senin, 08 Januari 2018 | 03:09 WIB

Mantan Menhub Jokowi Puji Kereta Bandara Soetta

Mantan Menhub Jokowi Puji Kereta Bandara Soetta
Mantan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Mantan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan yang saat ini menjabat Menteri ESDM, mengakui kereta bandara Soekarno-Hatta (Soetta) yang beroperasi sejak akhir Desember 2017, sudah sesuai standar internasional.

Pernyataan puas Jonan yang pernah menjabat sebagai direktur utama PT KAI itu, terlontar usai menjajal kereta bandara dari Stasiun Sudirman Baru, Jakarta Pusat, pada Minggu malam (7/1/2018). "Nyaman, interiornya juga sudah seperti kereta-kereta di luar negeri, stasiunnya juga sudah sesuai standar internasional seperti di Singapura dan Hongkong," kata Jonan.

Jonan mengaku senang karena impiannya bisa diwujudkan. Pada akhir 2011, ketika Jonan masih menjabat Dirut KAI, terbetik keinginan untuk membangun kereta Bandara Soetta.

Ditanya soal tarif kereta Bandara Soetta, Jonan menyebut banderol Rp70 ribu sudah cukup masuk akal. Alasannya, kereta ini tidak mendapat subsidi dari pemerintah.

Terkait layanan, Jonan mengaku belum bisa menjawab. Untuk menguji tingkat layanannya kereta ini perlu dicoba di luar jam-jam sibuk. Sedangkan mengenai kecepatan kereta, dinilai sudah cukup baik, meskipun waktu transit di sejumlah stasiun, masih terlalu lama. "Tiga sampai empat menit cukuplah di Stasiun Batu Ceper, dan menurut saya tidak perlu berhenti di Stasiun Duri, kalau bisa shortcut, lebih bagus karena waktunya bisa lebih cepat," kata Jonan.

Ia berpendapat, kereta bandara sangat layak menjadi pilihan transportasi bagi masyarakat yang akan bepergian melalui Bandara Soekarno-Hatta sebab ada tiga keuntungan dengan memilih kereta bandara yakni menurunkan konsumsi BBM, menghemat waktu, dan mengurangi polusi. "Yang lain bagus, saya senang kok. Interior terutama sudah bagus dan nyaman," kata Jonan. [tar]

#MenhubBudi #KeretaBandara #PSN #MenteriJonan
BERITA TERKAIT
Bandara Soetta Jadi 10 Terbaik, Ini Kata Menhub
Industri 4.0, KESDM Digitalkan Sistem Kelistrikan
Alhamdulillah, Tarif Setrum tak Naik Hingga 2019
(Empat Bulan Kosong) Akhirnya Indonesia Milik Dirjen Perhubungan Udara
Menhub Budi Tunjuk Dirjen Perhubungan Udara Anyar
Nasib Lion Air, Menteri Budi Menunggu Black Box
Proyek Jalur KA Bandara Solo hingga 2019

ke atas