OLAHRAGA

Senin, 08 Januari 2018 | 09:35 WIB

Kata Kemenpora soal Pemangkasan Dana Asia Games

Arif Budiwinarto
Kata Kemenpora soal Pemangkasan Dana Asia Games
(Foto: istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menjelaskan soal pemangakasan dana yang dilakukan tim verifikasi untuk induk-induk cabang olahraga (cabor) dalam menjalankan pelatnas jelang Asiang Games 2018.

Salah satu induk cabor yang merasa keberatan dengan pemangkasan dana adalah PB GABSI. Induk olahraga bridge itu keberatan dengan rekomendasi anggaran yang diberikan Tim Verifikasi. Dari usulan 32 miliar Rupiah untuk 32 atlet, Tim Verifikasi hanya merekomendasikan angka 9 miliar Rupiah bagi 12 atlet lengkap dengan tugas bridge untuk menyumbang dua medali emas.

Ketua Umum PB GABSI, Ekawahyu Kasih menilai angka rekomendasi yang diterimanya sangat tidak sesuai untuk agenda try out dan training camp demi menggenjot prestasi bridge.

Ekawahyu mengimbau tim verifikasi untuk merevisi aturan, bukan justru mengorbankan target prestasi. Demi torehan emas, dia meminta pemerintah merevisi aturan yang ada.

Ekawahyu meyesalkan langkah tim verifikasi yang tidak pernah melibatkan induk cabor dalam penyusunan anggaran. Padahal, induk cabor adalah pihak yang paling mengetahui secara rinci mengenai kebutuhan pelatnas untuk bisa mewujudkan raihan medali emas di Asian Games 2018.

Melalui laman resminya, Kemenpora merilis poin-poin penting terkait Tim Verifikasi serta pemotongan anggaran cabang olahraga. Kemenpora tetap mengapresiasi kerja Tim Verifikasi meski masih ada ketidakpuasan dari berbagai pihak.

"Kemenpora mengapresiasi terhadap apapun tanggapan dan reaksi terhadap proses verifikasi yang dilakukan oleh Tim Verifikasi yang dibentuk oleh Kemenpora. Pada umumnya sebagian keluhan tersebut menyoroti adanya ketidak puasan dan kekecewaan mereka terhadap tidak terpenuhinya seluruh atau sebagian besar masing-masing besaran anggaran tiap cabang olahraga yang diusulkan. Bahkan ada juga yang menyebut bahwa Kemenpora telah melakukan pemotongan secara sengaja dan bersifat sepihak," demikian isi poin pertama.

"Terhadap sejumlah keluhan tersebut, Kemenpora tidak akan pernah menyalahkan mereka tersebut, tetapi justru menjadi masukan berharga dan introspeksi untuk secepatnya diselesaikan bersama dengan mereka, dan direspon serta dikaji substansi persoalannya, dengan tujuan untuk tetap mengamankan target perolehan medali emas dan dapat masuk kelompok dalam peringkat 10 besar saat Asian Games," lanjut isi pernyataan.

Kemenpora juga menjelaskan mengapa Tim Verifikasi tak bisa memberikan rekomendasi anggaran seperti yang diajukan induk cabor. Salah satu alasannya adalah penyesuaian dana yang tersedia.

"Anggaran yang tersedia untuk persiapan Asian Games adalah sekitar Rp 600 milyar, dan itu berarti hanya setengah dari jumlah total akumulasi seluruh proposal. Dan itu belum terhitung untuk keperluan lain yang harus juga dibelanjakan, dan dalam perkembangannya kemudian ada arahan khusus dari Wakil Presiden tentang kewajiban tidak boleh kurang dari 70 persen untuk kebutuhan cabang olahraga di Asian Games."

"Bahwasanya total anggaran yang akan digelontorkan untuk seluruh cabang olahraga sempat menyentuh angka yang kurang dari 70% memang diakui oleh Kemenpora. Namun demikian setelah mempertimbangkan berbagai aspek dan juga sesuai arahan Wakil Presiden, maka kini harus paling sedikit sebesar 70% dari Rp 735 miliar," lanjut isi pernyataan.

Sumber: Kemenpora

#PBGABSI #Kemenpora
BERITA TERKAIT
(Golf Indonesia Masters) Harapan Besar di Pundak Danny Masrin
CLS Knights Kalahkan Mono Vampire
(BWF World Tour Finals 2018) Anthony Ditundukkan Chou Tien Chen
(BWF World Tour Finals 2018) Hafiz/Gloria Sudah Pelajari Kekuatan Yuta/Arisa
(BWF World Tour Finals 2018) Ini Kunci Kemenangan Tommy Sugiarto
(BWF World Tour Finals 2018) Greysia/Apriyani Tampil Kurang Konsisten
(BWF World Tour Finals 2018) Marcus/Kevin dan Hafiz/Gloria Menang

ke atas