MOZAIK

Selasa, 09 Januari 2018 | 21:00 WIB
(Syair)

Kabut Samar

Kabut Samar
(Foto: ilustrasi)

Berjalan, berjalan selagi di diri duka
bernapas lega menemu perempuan
kami berpandangan: lantas tahu
segalanya tinggal masa kenangan

kami berjalan memutar danau
namun kutahu: dukaku yang risau
takkan mendapatkan pelabuhan aman
kecuali dalam pelukan penghabisan

kupandang matanya:
tak kukenal siapa pun juga

semuanya nanar
didindingi kabut samar

[Ajip Rosidi]

#Puisi #Religi #Syair
BERITA TERKAIT
Ujian Peningkat Derajat Keimanan
Surat untuk Saudaraku yang Sedang Bersedih
3 Hal Harus Dihindari Saat Suami Istri Bertengkar
Apakah yang Tersembunyi tak Berarti?
"Kembali Pada Tuhan"
Tuhan Mendekat Tapi Hamba-Nya Menjauhi
Diam, Membebaskan Anda Dari Bahaya

ke atas