PASAR MODAL

Senin, 08 Januari 2018 | 16:55 WIB

BNI "Tebar Pesona" Kawasan Terpadu Dukuh Atas

BNI "Tebar Pesona" Kawasan Terpadu Dukuh Atas
(Foto: Ilustrasi)
INILAHCOM, Jakarta - Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, Catur Budi Harto mengatakan pihaknya akan fokus melakukan "branding" di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, yang dimulai dari pengembangan Stasiun BNI City.

"Ini nantinya akan jadi kawasan TOD (transit oriented development) dan juga upaya kami mendukung program pemerintah, di samping ada unsur 'branding' di sini dan memudahkan suatu identitas," kata Catur ditemui di Stasiun BNI City, Jakarta, Senin (8/1/2017).

Sebelumnya, PT KAI dan PT Railink telah menyetujui pemberian Hak Penggunaan Nama (Naming Right) Stasiun BNI City yang sebelumnya diberi nama Sudirman Baru.

"Intinya, karena kami tetangga terdekat daripada stasiun ini, tentunya kami ingin mengoptimalkan kontribusi dalam mengembangkannya," ucap dia.

Catur sendiri belum bersedia menyebut nilai investasi yang dikeluarkan BNI untuk "branding" di stasiun baru tersebut.

"Untuk jumlah, saya kira tidak perlu disebut dulu. Yang penting dinikmati dulu saja fasilitasnya, ada kantor untuk melayani kebutuhan penumpang," kata dia.

Kemudian, dalam konteks adanya kereta bandara yang baru, BNI juga mengeluarkan uang elektronik TapCash edisi khusus Railink. Beberapa produk uang elektronik selain TapCash juga bisa digunakan untuk membeli tiket di Stasiun BNI City.

BNI juga telah menyiapkan berbagai layanan pendukung kebutuhan penumpang kereta bandara yang memiliki karakteristik tidak berada lama-lama di stasiun.

Salah satu layanan yang ditawarkan adalah BNI Digital Branch Devisa, yaitu kantor cabang yang tidak hanya berfungsi sebagai penyedia jasa perbankan tetapi juga sebagai tempat penukaran valuta asing. [tar]
#BNI #DukuhAtas
BERITA TERKAIT
BNI Unggul Pertahankan Layanan Trade Finance
(Pertemuan IMF-World Bank) BNI Layani Lokasi Utama Secara Penuh
Sepanjang 2018, Total Emisi Obligasi Rp80 Triliun
Pasar Antisipasi Dampak Sanksi AS ke Iran
Ini Alasan Italia akan Jadi Perhatian Investor
China Batalkan Perundingan Dagang dengan AS
IPEX 2018, BTN Targetkan Kredit Anyar Rp5 Triliun

ke atas