EKONOMI

Rabu, 10 Januari 2018 | 07:09 WIB

Sri Mulyani Akui Berkah Menjulangnya ICP

Sri Mulyani Akui Berkah Menjulangnya ICP
Menteri Keuangan Sri Mulyani (Foto: inilahcom)
INILAHCOM, Jakarta - Menteri Keuangan Sri Mulyani bilang, membaiknya harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) di atas asumsi APBN 2018 sebesar US$48 per barel, meningkatkan penerimaan.

"Kalau (kenaikan) 1 dolar, kita bisa dapat Rp1,1 triliun, itu netonya," ujar Sri Mulyani di Jakarta, Senin (8/1/2018).

Kenaikan ICP minyak itu, kata Sri Mulyani, didukung oleh rata-rata harga minyak dunia yang saat ini, berada di kisaran US$50 per barel. Alhasil, pemerintah bisa mendapatkan penerimaan Rp2,2 triliun.

Ia menegaskan, kenaikan ICP itu tidak menimbulkan masalah keberlangsungan fiskal kepada APBN secara keseluruhan, termasuk pada neraca milik Pertamina.


Kenaikan harga komoditas minyak saat ini, menurut dia, masih memberikan peluang kepada Pertamina untuk melakukan aktivitas belanja.

Meski demikian, belanja yang dilakukan oleh Pertamina tersebut terbatas pada belanja rutin, bukan belanja modal yang dibutuhkan untuk mendorong investasi. "Kalau hanya current spending ini masih manageable. Akan tetapi, kalau capital spending, mereka butuh dukungan lebih," katanya.

Sebelumnya, realisasi harga ICP minyak mentah Indonesia sepanjang 2017 tercatat rata-rata sebesar US$51,2 per barel, atau meningkat dari asumsi US$48 per barel di APBN-P 2017.

Kenaikan harga minyak itu memberikan tambahan penerimaan di PPh migas maupun PNBP sumber daya alam dari sektor migas, melebihi target yang dibebankan. [tar]
#ICP #MenkeuSMI
BERITA TERKAIT
Mahalnya Biaya Pesta Politik 2019
Arti Kemerdekaan RI Ke-73 dalam Benak Sri Mulyani
Jelang Pilpres, Menkeu SMI Manjakan Pegawai Negeri
Defisit Juli Tinggi, Sri Mulyani Tuding Statistik
Jaga Defisit, Menkeu Ani Batasi Impor dengan Pajak
Neraca Pembayaran Tekor, SMI Larang-larang Impor
Per Juli, Setoran Pajak Belum Separuh Target 2018

ke atas