MOZAIK

Jumat, 12 Januari 2018 | 18:00 WIB

Tahukah Kamu Kebiasaan Rasul saat Khotbah?

Tahukah Kamu Kebiasaan Rasul saat Khotbah?
(Foto: Ilustrasi)
SALAH satu kebiasaan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam menyampaikan mukadimah khotbah adalah mengakhiri mukadimah itu dengan kalimat amma badu. Diantara dalilnya, hadis dari sahabat Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma, beliau menceritakan,

"Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam apabila berkhotbah, beliau memerah matanya, lantang suaranya, terlihat sangat marah, seolah beliau sedang memberi orientasi pasukan perang beliau mengatakan, Amma badu, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad, dan seburuk-buruk perkara agama adalah bidah dalam agama. Karena semua bidah adalah sesat. (HR. Muslim 2042).

Shiddiq Hasan Khan mengatakan, "Lalu Nabi shallallahu alaihi wa sallam mengucapkan amma badu. Secara tekstual, beliau merutinkan kalimat ini dalam semua khotbahnya. Dan itu diucapkan setelah memuji Allah dan tasyahud." (al-Ajwibah an-Nafiah, hlm. 55)

Kata "Amma Badu sering diartikan dengan: adapun selanjutnya. Kalimat ini disebut (kalimat pemisah). Kalimat ini digunakan untuk memisahkan mukadimah dengan isi dan tema khotbah.


Ini merupakan bagian dari perhatian seseorang terhadap ceramah yang disampaikan. Demikian keterangan Syekh Ibnu Utsaimin dalam Asy-Syarhul Mumthi, (1/7).

Diriwayatkan dari Abu Musa Al-Asyari radhiallahu anhu bahwa beliau mengatakan, Orang yang pertama kali mengucapkan amma badu adalah Nabi Daud alaihis salam, dan itu adalah fashlal khitab. (Al-Awail Ibni Abi Ashim, no. 188; Al-Awail Ath-Thabrani, no. 40)

Allah berfirman, Kami kuatkan kerajaannya serta Kami berikan ilmu dan fashlul khitab. (QS Shad: 20)

Ada juga yang berpendapat lain, siapa yang pertama kali mengucapkan kalimat ini. Al-Hafidz Ibnu Hajar menyebutkan beberapa nama orang yang dianggap pertama kali mengucapkan kalimat ini. Diantaranya: Nabi Yaqub alahis salam, berdasarkan riwayat ad-Daruquthni; Yarib bin Qahthan; Kaab bin Luai; Qais bin Saidah; Subhan.

Namun yang makruf, orang pertama yang mengatakannya adalah Nabi Daud alaihi salam. Allahu alam. [Ustadz Ammi Nur Baits]
#doa #Rasul #teladan #amal
BERITA TERKAIT
Tasbih Bagi Lelaki, Tepukan Tangan Bagi Perempuan
Ketika Amal tak Cukup Untuk Menerangi Alam Kubur
Segelas Susu untuk Istri Rasul di Malam Pertama
Liputan Tour Dakwah Pulau Raas Acara Hari Pertama
Pernikahan Lelaki Buruk Rupa dan Wanita Jelita
Awas, Cairan Bening Membatalkan Salat Anda
Kopi Tak Enak, Makanan Asin, Cara Motivasi Istri?

ke atas