GAYA HIDUP

Kamis, 11 Januari 2018 | 16:00 WIB

Gap Imunisasi Sebabkan KLB Difteri

Mia Umi Kartikawati
Gap Imunisasi Sebabkan KLB Difteri
(Foto: ilustrasi)
INILAHCOM, Jakarta - Kejadian Luar Biasa (KLB) terjadi belakang ini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, mengggap hal ini terjadi salah satunya adalah karena adanya gap imunisasi.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, Mohammad Subuh, menjelaskan, terjadinya wabah difteri pada Oktober 2017 mengakibatkan KLB dibeberapa daerah. Hal ini mendapat perhatian khusus dan selalu dievaluasi perkembangannya.

"Kalau kita melihat apa yang terjadi KLB tahun 2017 Difteri ini sekali lagi kita evaluasi. Misalnya, di daerah padat terjadi gap imunisasi. Jika terjadi gap di daerah padat ini akan mengakibatkan jumlah yang tinggi sekali," papar Subuh saat ditemui di kantor Kementerian Kesehatan, Rabu (10/01/2018).


Gap tersebut merupakan kekosongan kekebalan pada penduduk di suatu daerah. Hal ini terjadi akibat adanya akumulasi kelompok yang rentan terhadap difteri. Keadaan tersebut karena penduduk tidak mendapatkan imunisasi atau tidak melengkapi imunisasi dasar.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, pemerintah sudah melakukan Outbreak Response Immunization (ORI) untuk mengatasi KLB Difteri. ORI putaran pertama filakukan pada pertengahan Desember 2017. Kemudian, pada Januari 2018, merupakan jadwal putaran kedua ORI difteri.

Sementara ORI putaran ketiga dilakukan 6 bulan kemudian. ORI difteri perlu dilakukan 3 kali untuk membentuk kekebalan tubuh dari bakteri corynebacterium diphteriae.(tka)
#Gap #imunisasi #KLB #Difteri
BERITA TERKAIT
(KLB Gizi Buruk dan Campak di Asmat) Kemenkes Kirim 39 Tenaga Kesehatan
(Atasi Difteri) Kemenkes Anggap Imunisasi Putaran Pertama Berhasil
Ingat, ORI Difteri Ada 3 Putaran
Prudential Indonesia Gandeng Premier Hospital
Dorong Vaksin HPV Sebagai Program Vaksin Nasional
Kebiasaan Makan Tidak Sehat Pengaruh dari Iklan?
Minuman Berenergi Tidak Lebih Baik dari Soda?

ke atas