DUNIA

Jumat, 12 Januari 2018 | 05:17 WIB

Rusia Kembali Bantah Terlibat Pilres AS

Rusia Kembali Bantah Terlibat Pilres AS
Presiden Vladimir Putin (Foto: indianexpress)

INILAHCOM, Moskow -- Rusia kembali membantah keterlibatannya dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) AS tahun 2016 lalu. Laporan dari Fraksi Demokrat di Senat yang menggambarkan campur tangan Rusia di AS dan Eropa tidak berdasar.

Laporan yang diajukan Fraksi Demokrat di Komisi Hubungan Luar Negeri Senat itu merupakan laporan Kongres pertama yang merinci usaha Rusia untuk mengganggu proses demokrasi sejak Pilpres AS pada 2016.

Juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov, mengatakan, kekhawatiran berlebihan mengenai dugaan campur tangan Rusia tidak hanya merusak hubungan bilateral, tapi juga merusak AS sendiri.

Laporan itu menyebutkan, rezim Putin menggunakan berbagai cara untuk memperluas pengaruhnya di luar negeri dan tampaknya bermaksud menggunakan semua cara yang mungkin untuk merusak institusi-institusi demokrasi dan aliansi-aliansi trans-atlantik.

Berdasarkan riset dan pertukaran informasi dengan pemerintah-pemerintah asing yang ditarget Kremlin, laporan sepanjang 206 halaman itu juga mendokumentasikan serangkaian cara yang digelar Rusia di luar negeri.

Metoda yang digunakan Putin, menurut laporan itu, berkisar dari kombinasi serangan militer konvensional, pembunuhan, pengacauan informasi kampanye dan serangan internet di Ukraina; perencanaan kudeta di Montenegro; hingga serangan internet di Jerman, Perancis, Inggris dan negara-negara lainnya.

Laporan itu juga mendokumentasikan tudingan penindasan dan kekerasan selama bertahun-tahun yang dilakukan Putin di dalam negerinya sendiri terhadap orang-orang yang dianggap musuhnya dan para pengecamnya. [voa/lat]

#rusia #bantah #pilpresAS
BERITA TERKAIT
Satu Kolonel Austria Diduga Jadi Mata-mata Rusia
Moskow Berharap Kim Jong Un Kunjungi Rusia
Pengadilan Tunda Penangkapan Imelda Marcos
Pemimpin Khmer Merah Bersalah atas Genosida
Perang Yaman, Bencana Kemanusiaan Terburuk
Jumat Ini Digelar Demo Besar di Gaza
(Kasus Pembunuhan Khashoggi) AS Jatuhkan Sanksi terhadap 17 Warga Saudi

ke atas