EKONOMI

Sabtu, 13 Januari 2018 | 05:29 WIB

Tahun Lalu, LPS Lunasi Klaim Rp36,8 Miliar

M Fadil Djailani
Tahun Lalu, LPS Lunasi Klaim Rp36,8 Miliar
(Foto: Istimewa)

INILAHCOM, Jakarta - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) membayarkan klaim kepada nasabah bank yang dicabut izinnya sebesar Rp36,8 miliar sepanjang 2017.

Sementara total rekening yang dibayarkan simpanannya di 2017, mencapai 6.585 rekening. Selama pembayaran klaim, terdapat 1.292 rekening tidak layak bayar. "Karena, pemilik rekening terkait dengan kredit macet," kata Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Halim menyebutkan, terdapat 19 rekening yang tidak layak bayar. Lantaran, bunga simpanannya di atas bunga penjaminan LPS. Artinya, masyarakat makin tahu dan paham mengenai ketentuan persyaratan layak bayar dan simpanan yang dijamin.

Bila dihitung sejak LPS berdiri pada 2005, klaim yang telah dibayarkan mencapai Rp984,6 milliar. Sementara jumlah rekeningnya mencapai 150.641 rekening.

Sesuai dengan ketentuan LPS, apabila suku bunga simpanan yang diperjanjikan antara bank dan nasabah penyimpan melebihi tingkat bunga penjaminan simpanan, simpanan nasabah dimaksud menjadi tidak dijamin.

Berkenaan dengan hal tersebut, bank diharuskan untuk memberitahukan kepada nasabah penyimpan mengenai tingkat bunga penjaminan simpanan yang berlaku dengan menempatkan informasi dimaksud pada tempat yang mudah diketahui oleh nasabah penyimpan.

Sejalan dengan tujuan untuk melindungi nasabah dan memperluas cakupan penjaminan, LPS mengimbau pihak perbankan lebih memperhatikan ketentuan tingkat bunga penjaminan simpanan dalam rangka penghimpunan dana.

"Dalam menjalankan usahanya, bank hendaknya memperhatikan kondisi likuiditas ke depan. Dengan demikian, bank diharapkan dapat mematuhi ketentuan pengelolaan likuiditas perekonomian oleh Bank Indonesia, serta pengaturan dan pengawasan perbankan oleh Otoritas Jasa Keuangan," ujar Halim.

Sepanjang 2017, LPS telah melikuidasi sembilan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) yang dicabut izin usahanya oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kesembilan bank tersebut tersebar di beberapa propinsi, yaitu DKI Jakarta satu bank, Jawa Timur dua bank, Sumatera Utara satu bank, Riau satu bank, Banten satu bank, Bali satu bank Sumatera Barat satu bank dan Jawa Tengah satu bank.

Hingga saat ini, LPS telah melakukan likuidasi terhadap 85 bank (satu bank umum, 79 BPR, dan lima bank perkreditan rakyat syariah/BPRS). Dari 85 bank yang dilikuidasi tersebut, yang telah selesai likuidasinya sebanyak 69 bank.

Total aset LPS sendiri, kata dia, hingga akhir November 2017 mencapai Rp86,81 triliun, atau tumbuh 18,9% dari data tahun sebelumnya yang sebesar Rp73,01 triliun (posisi November 2016). Bentuk aset LPS ini didominasi atau 96,9% berupa penempatan investasi, yaitu sebesar 84,12 triliun. [ipe]

#LPS #Likuidasi #Perbankan
BERITA TERKAIT
Sandi: Kami Tidak Akan Peralat BUMN
(Genjot Perekonomian Kalteng) PLN Operasikan Gardu Induk Pangkalan Bun
Jabar Dorong Pelajar 'Melek' Revolusi Industri 4.0
Pertama Kali Srikandi Jadi Pucuk Pimpinan PHE
Sewu Segar Bangun CPF Paling Canggih di ASEAN
Pertamina Lubricants Sosialisasikan Bank Sampah
Sudirman Said: Mustinya BUMN Dikelola Profesional

ke atas