EKONOMI

Sabtu, 13 Januari 2018 | 04:29 WIB

Setop Berdebat, Impor Beras Diskresi Mendag Enggar

Setop Berdebat, Impor Beras Diskresi Mendag Enggar
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menegaskan, kebijakan mengimpor 500.000 ton beras di bulan ini, merupakan diskresi pihaknya.

"Beras saya impor, saya enggak usah (perdebatkan) karena itu diskresi saya," kata Enggartiasto di lingkungan Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Beras yang rencananya didatangkan dari Vietnam dan Thailand itu, dilakukan oleh PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero), atau PPI dan mitra agar pemerintah bisa melakukan pengendalian.

Namun, Enggartiasto mengaku tidak membicarakan soal impor beras dengan Presiden Joko Widodo. "Enggak (bicara impor beras) karena, ya, buat apa? Saya jalani saja, akhir bulan ini (beras) masuk," tambah Enggar.

Kebutuhan impor beras itu, menurut Enggar, sapaan akrab Politisi Nasdem ini, mengklaim bermanfaat untuk petani. "Petani kan juga konsumen," kata Enggar bergegas masuk mobil.

Sebelumnya, diberitakan bahwa keputusan untuk melakukan impor beras setelah pemerintah, Satgas Pangan, dan Bulog melakukan operasi pasar (OP) sejak November-Desember 2017 untuk menekan harga beras medium yang kian meningkat.

Dampak dari OP, menurut Enggar, ternyata tidak memberi pengaruh signifikan terhadap penurunan harga. Bahkan puncaknya terjadi pada awal Januari 2018, harga beras medium berada pada kisaran Rp11 ribu per kilogram. Atau di atas Harga eceran Tertinggi (HET) yang ditentukan, yakni Rp9.450,00/kg untuk wilayah Jawa.

Jenis beras yang diimpor bukanlah jenis beras premium, melainkan beras khusus yang tidak ditanam di dalam negeri. Beras itu nantinya dijual sesuai dengan harga beras medium, seperti yang diatur dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 1 Tahun 2018 tentang Ekspor dan Impor Beras.

Penugasan oleh PPI bertujuan agar harga beras khusus yang masuk ke pasaran dapat dikendalikan atau dijual sesuai dengan HET beras medium, yakni Rp9.450,00/kg. [tar]

#MendagEnggar #Beras #Impor #SwasembadaPangan
BERITA TERKAIT
CAD Zaman Jokowi Bolong Besar, Tim Ekonomi Ngeyel
Misi Dagang Arab Saudi Catat Potensi US$14,02 Juta
Jokowi Ingin Swasembada? Ikuti Saran CIPS
Impor Tumbuh Tinggi, Darmin: Tewas Ya Kan!
UE Tantang RI Wujudkan Minyak Sawit Berkelanjutan
Enggartiasto Dinilai Kurang Jago Lobi Dagang
Tahun Politik 2019, Waspadai Impor & Pengangguran

ke atas