EKONOMI

Sabtu, 13 Januari 2018 | 08:09 WIB
(Gaduhnya Holding BUMN)

DPR: Proses Inbreng Sahamnya Wajib Integrasi

Uji Sukma Medianti
DPR: Proses Inbreng Sahamnya Wajib Integrasi
Anggota DPR Komisi VI, Nasril Bahar (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Rencana holding BUMN terus dikritik DPR. Jelas-jelas, ide Menteri BUMN Rini Soemarno ini tak memenuhi aspek legal alias ilegal.

Anggota DPR Komisi VI, Nasril Bahar menilai, pembentukan holding BUMN dengan inbreng saham dari penggabungan beberapa perusahaan, harus berada dalam satu payung. "Artinya ada proses integrasi, asimilasi dan sinergi yang harus diperjuangkan sehingga pembentukan holding menciptakan nilai tambah atau value creation," kata Nasril di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Saat holding BUMN hendak dibentuk, kata dia. masih memiliki bertumpuk masalah. Makanya, urgensi yang tidak jelas perlu dievalusi lagi.


Permasalahan sinergi antar BUMN dan duplikasi antar BUMN yang ada hari ini seharusnya bisa dihilangkan dan diminimalisasi oleh kementerian BUMN yang sudah menjadi semacam holding untuk seluruh BUMN.

Masalah di perusahaan BUMN saat ini, kata dia, hendaklah dibenahi dari Kementerian BUMN terlebih dahulu bukan dengan membentuk holding.

"Pembentukan holding BUMN bukan jadi bentuk lepas tanggung jawab dan perpanjangan birokrasi yang menimbulkan masalah baru. Dari sisi fundamental strategi korporasi jelas harus dievaluasi kembali," jelas Nasril.

Adapun, pembentukan holding BUMN dengan skema inbreng saham bukan sekedar upaya geser menggeser kekayaan negara yang sederhana dan dapat dilakukan seenaknya. "Ini bukan hanya tentang investasi kekayaan negara, ini tentang pengelolaan BUMN Indonesia dan ini tentang menjalankan amanat konstitusi," tutur Nasril. [tar]
#Holding #BUMN #MenteriRini
BERITA TERKAIT
RUPS Pertagas Copot Suko Tunjuk Indra Jadi Dirut
BUMN Dukung Asian Games, PLN dan Telkom Atraktif
(Raih Ketahanan Pangan) Menteri Airlangga Dukung Pabrik NPK 2,4 Juta Ton
Pelita Air, Dari Maskapai Buntung Menjadi Untung
Lion Air Pecah Ban di Juanda, 28 Pesawat Terganggu
Aksi Penenggelaman Kapal Susi Dipuji LSM Asing
Ketika Petani Ogah Tanam Tebu, Pabrik Gula Mati

ke atas