NASIONAL

Sabtu, 13 Januari 2018 | 03:11 WIB
(Ongkos Politik Untuk Pilkada)

Kebutuhnan Calon Banyak, Butuh Modal Besar

Ivan Setyadi
Kebutuhnan Calon Banyak, Butuh Modal Besar
La Nyalla Mattalitti (Foto: inilahcom)

INILAHCOM, Jakarta - Pernyataan La Nyalla Mattalitti mendadak heboh. Mantan Ketum PSSI itu harus menyiapkan dana Rp 40 miliar untuk dapat tiket calon gubernur.

La Nyalla malah berbalik dan menyerang partainya sampai ketua umumnya dan mengancam akan hengkang dari Gerindra.

Politisi senior Golkar, Indra Bambang Utoyo menyebut bahwa kebutuhan logistik untuk proses pemenangan Pilkada adalah wajar.

"Sebagian dari calon kepala daerah sudah menyiapkan mahar kepada parpol pengusungnya. Alasannya banyak, mulai dari penyiapan administrasi, sebelum pendaftaran hingga kebutuhan kampanye yang terbanyak," katanya kepada INILAHCOM, Jumat (12/1/2018).

Memang soal besarannya, Bambang yakin tidaklah sama. Tergantung dari luas daerah pemilihan. Tapi dipastikan, kebutuhan pilkada dari pemilihan ke pemilihan nyaris sama.

"Partai menyiapkan semua keperluan dan itu butuh dana, misalnya untuk membayar saksi, melaksanakan kampanye dan lain," ungkapnya.

Semua itu kata Bambang, belum termasuk biaya kampanye si calon yang tak murah untuk menarik minat warga pemilih.

"Seorang calon kepala daerah harus menyiapkan dana untuk keperluan masa kampanye, menggalang publik, bertemu dengan calon pemilihnya yang beragam cara. Ini cukup besar juga. Menyiapkan spanduk, leaflet utk mengkampanyekan diri, terkadang menyiapkan dan membayar konsultan kampanye," bebernya.

Oleh sebab itulah, dalam aturannya, biaya pilkada dibebankan tidak hanya kepada sang calon. Bahkan negara ikut menaggung pembiayaan calon kepala daerah dengan empat metode kampanye.[van].

#Pilkada2018 #Golkar
BERITA TERKAIT
Golkar Yakin Romantisme Orba Tak Akan Menang
Dukung Khofifah-Emil,Golkar Targetkan Ini di Jatim
Sandi Dengar Keluhan Pedagang Pasar Ambal
Polisi Tangkap Suami-Istri Pengeroyok Anggota TNI
Borong Bahan Pokok di Pasar, Sandi Dapat Kopiah
Kapolsek Ciracas Masih Dirawat di RS Polri
Strategi Pemerintahan Jokowi Tingkatkan Daya Saing

ke atas