DUNIA

Sabtu, 13 Januari 2018 | 08:06 WIB

Foto Tatonya di Medsos, Ex Bos Yakuza Ditangkap

Foto Tatonya di Medsos, Ex Bos Yakuza Ditangkap
Shigeharu Shirai, mantan bos Yakuza yang ditangkap. (Foto: rappler)
INILAHCOM, Bangkok -- Seorang 'pensiunan yakuza' asal Jepang yang dituduh membunuh musuhnya sekitar 15 tahun lalu berhasil ditangkap di Thailand setelah foto tentang tato di seluruh tubuhnya beredar di media sosial.

Shigeharu Shirai, yang berusia 72 tahun, selama belasan tahun tinggal di sebuah kota kecil yang tenang, Lopburi, di sebelah utara ibu kota Bangkok.

Menikah dengan perempuan Thailand, dia sepertinya sudah tak banyak berbeda dibanding warga setempat dengan pergi ke pasar, main catur bersama mereka, dan memperlihatkan tatonya.

Tapi tato itu yang kemudian membuat dia jadi bisa dikenali lagi dan ditangkap, Rabu (10/01) malam waktu Thailand.

Foto tubuhnya yang penuh dengan tato berwarna-warni itu disebar lewat internet dan terlihat oleh pihak berwenang di Jepang. Mereka juga melihat jari kelingking kirinya tidak ada lagi, yang merupakan ciri Shirai lainnya.

Maka polisi pun datang dan menangkap pria yang pernah menjadi salah seorang bos yakuza -atau kelompok mafia Jepang yang terkenal kejam dan berpengaruh- dengan tuduhan membunuh seorang musuhnya pada tahun 2003 lalu.

Sekilas Yakuza

Yakuza muncul pada masa pascaperang Jepang yang masih dalam keadaan rusuh namun kini berkembang menjadi organisasi para penjahat yang mampu menghimpun miliaran dolar dari berbagai kegiatan, seperti perjudian, narkoba, pelacurandan kredit berbunga tinggi, pemerasan, maupun kejahatan terselubung lainnya.

Cikal bakalnya disebut berasal dari dua kelompok penjahat pada Zaman Edo (1603-1868), yaitu tekiya -yang umumnya terlibat dalam perdagangan barang curian atau barang palsu- dan bakuto -yang terlibat atau ikut dalam perjudian.

Kehadiran mereka 'diterima' sebagai 'setan yang dibutuhkan' untuk memelihara ketertiban di jalanan dan membereskan masalah dengan cepat, terlepas dari caranya yang dipertanyakan.

Empat kelompok yakuza yang terbesar adalah Yamaguchi-gumi, Sumiyoshi-kai, Inagawa-kai, dan Aizukotetsu-kai.


Berbeda dengan mafia di Italia atau triad di Cina, yakuza bukan organisasi terlarang dan masing-masing kelompok memiliki kantor pusatnya.

Diperkirakan anggota yakuza di seluruh dunia mencapai 120.000 orang.

Diambil oleh warga setempat, foto tato di tubuh Shirai itu kemudian disebar sampai 10.000 kali lebih di internet sebelum terpantau oleh polisi Jepang.

"Tersangka mengakui bahwa dia dulu adalah pemimpin salah satu cabang yakuza, Kodokai," kata juru bicara Kepolisian Thaiand, Jenderal Wirachai Songmetta, seperti dikutip kantor berita AFP.

Jenderal Songmetta menambahkan bahwa Kodokai berkaitan dengan salah satu kelompok yakuza terbesar di Jepang, Yamaguchi-gumi.

Hak atas foto EPA Image caption Jepang merupakan investor asing terbesar di Thailand dengan nilai lebih dari US$4 miliar pada tahun 2017.

Shirai didakwa memasuki Thailand secara gelap dan dideportasi ke Jepang untuk menghadapi dakwaan pembunuhan.

Selama tinggal di Lopburi, dia tidak tampil secara mencolok -namun mungkin lupa dengan tatonya- dan menerima uang dua sampai tiga kali dalam setahun dari pria Jepang yang mendatanginya.

Polisi menambahkan walau tidak mengakui pembunuhan yang dituduhkan padanya, dia mengakui bahwa korban, bos dari kelompok saingannya, 'suka mem-bully-nya'.

Tujuh anggota Kodokai dilaporkan sudah ditangkap dan diganjar hukuman penjara 12 hingga 17 tahun terkait pembunuhan tersebut.

Kepolisian Thailand mengatakan akan menyelidiki yang diduga anggota yakuza lainnya walau mereka tidak dicari oleh aparat keamanan Jepang, mengingat terdapat sekitar 70.000 warga Jepang yang tinggal di Thailand.

Jepang merupakan investor asing terbesar di Thailand dengan nilai lebih dari US$4 miliar pada tahun 2017 lalu atau setengah dari total investasi asing langsung di Thailand. [bbc/lat]
#ditangkap #mantan #bosyakuza
BERITA TERKAIT
Bos Perdagangan Satwa Liar Asia Ditangkap
Sebelas Orang Pangeran Saudi Ditangkap
Ratusan Perempuan Ditipu Agar Terlihat Hamil
(Laut Cina Selatan) Cina Tuduh AS Melanggar Wilayahnya
Spanyol Selamatkan 56 Migran di Laut Tengah
Pemerintahan 'Shutdown', Trump Tuding Demokrat
Pemerintah AS 'Shutdown'!

ke atas