NASIONAL

Sabtu, 13 Januari 2018 | 10:56 WIB

Politik Uang di Pilkada Sulit Dihindari

Agus Irawan
Politik Uang di Pilkada Sulit Dihindari
(Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Ketua DPP Partai Perindo Bidang Politik, M Yamin Tarawy mengatakan, transaksi politik di Pilkada serentak 2018 tidak dapat dihindari oleh kepala daerah dari partai manapun.

"Jadi dalam sisitem politik yang menjadi kepala daerah mau tidak mau tidak bisa menghindari dari proses transaksi politik," kata Yamin dalam diskusi di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/1/2018).


Menurut dia alasan terjadinya politik uang karena adanya proses Pilkada yang panjang, sehingga menimbulkan biaya politik yang besar.

"Jadi prosesnya sampai enam bulan hingga satu tahun, maka mengeluarkan biaya politik yang besar, karena para calon harus melakukan sosialisasi ke masyarakat membutuhkan transaksi," tandasnya. [fad]
#Pilkada2018
BERITA TERKAIT
Pileg 2019, PDIP Yakin Menang Telak di Surabaya
Kapolri: Penyampaian Da'i Didengar Masyarakat
Ini Hasil Penggeledahan KPK Di Kantor Dirut PLN
Kapolri: Da'i Berperan Penting di Pemilu 2019
Kader DPD PKS Keluhkan Dicopot Secara Paksa
KPK Bekukan Rekening Saksi Kasus Gubernur Aceh
KPK Pastikan Pemeriksaan Model Steffy Burase

ke atas