NASIONAL

Sabtu, 13 Januari 2018 | 17:55 WIB

Polemik Calon Ketua DPR Rugikan Citra Golkar

Agus Irawan
Polemik Calon Ketua DPR Rugikan Citra Golkar
Politikus senior Partai Golkar Zainal Bintang (Foto: Istimewa)
INILAHCOM, Jakarta - Politikus senior Partai Golkar Zainal Bintang menyayangkan mencuatnya pro kontra di masyarakat soal nama calon Ketua DPR RI yang akan diajukan Golkar.

Menurutnya munculnya nama Bambang Soesatyo (Bamsoet) yang digadang bakal mengganti Novanto sebagai Ketua DPR RI, seolah - olah sudah diputuskan oleh Airlangga Hartarto (AH) selaku Ketua Umum Golkar.

ia menjelaskan, hal ini bermula dari pernyataan salah seorang pengurus Golkar yang juga anggota DPR pada hari Kamis (11/1) di media, sesaat setelah rapat fraksi Golkar di Senayan.

Disebutkan Bamsoet adalah calon pasti Ketua DPR. Pernyataan itu dikesankan sebagai hasil rapat fraksi.Rapat tersebut dipimpin langsung AH. Kata dia, informasi dari sebuah sumber yang hadir dalam rapat tersebut menegaskan tidak ada sama sekali pembahasan calon Ketua DPR.

"Tidak ada sama sekali pak Ketum menyebut satu namapun," kata Bintang dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/1/2018).

Bintang mengungkapkan, nama Bamsoet kembali merebak melalui pernyataan bersayap tokoh Golkar yang lain di media. Tokoh itu mengaku sudah lama dia mengetahui Bamsoet akan dijadikan Ketua DPR mengganti Setya Novanto. Bahkan sebelum Munaslub.

Atas mencuatnya pernyataan dari dua orang tokoh papan atas Golkar tersebut itulah, yang disayangkan Bintang. Polemik yang gonjang ganjing itu menciderai wibawa AH.

"Pertama, penetapan nama calon Ketua DPR belum dibahas dalam rapat pleno pengurus harian DPP Golkar," ucapnya.


Kedua pernyataan itu dianggap telah mengundang reaksi publik yang berkonotasi negatif terhadap kepemimpunan AH maupun Golkar .

"Yang menonjol adanya serangan balik dari ICW yang disuarakan Donal Faris. Nampaknya akibat "kecerewetan" dua tokoh itulah yang membuat AH tabrakan dengan ICW," paparnya.

Menurutnya, ini sebuah awal yang buruk bagi kepemimpinan AH yang belum sebulan jadi Ketum Golkar, pihaknya meminta semua pihak di Golkar menahan diri dalam membuat pernyataan pers.

"Jangan malah jadi "blunder" Sungguh sangat sayangkan adanya pernyataan itu yang memantik reaksi publik yang disuarakan ICW, tuturnya.

Selain itu, atas pernyataan tersebut AH bisa terpojok. Dan kejadian itu bisa dimanfaatkan mereka yang tidak suka ada perubahan yang dilakukan AH.

Bintang berpesan,bahwa penetapan figur Ketua DPR harus ekstra hati hati.
Meskipun itu adalah quota Golkar, namun harus diingat lembaga tersebut milik keseluruhan publik.

"Golkar tidak bisa hanya berpatokan kepada subjekrifitas internal semata", tegasnya. [hpy]

#PartaiGolkar #ZainalBintang
BERITA TERKAIT
Jalan Bamsoet ke Kursi Ketua DPR Sudah Mulus
Airlangga Minta Kader Sebarkan Tiga Program Rakyat
Golkar Dukung Gus Azis-Jono di Kediri
Airlangga Rampungkan Persoalan Calon Pilkada
Rangkap Jabatan Airlangga tak Pengaruhi Kinerja
Diduga Palsukan Surat, Sudding Dipolisikan
Khofifah-Emil Lengkapi Berkas Pendaftaran Pilgub

ke atas